Minggu, 21 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Hujan Lebat, Talut Vila Longsor Timpa Dua Bangunan

09 Januari 2019, 14: 35: 16 WIB | editor : Perdana

RUSAK PARAH: Sejumlah warga dan relawan melakukan pembersihan puing longsoran talut bangunan vila di tawangmangu. 

RUSAK PARAH: Sejumlah warga dan relawan melakukan pembersihan puing longsoran talut bangunan vila di tawangmangu.  (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Bencana alam tanah longsor kembali terjadi di wilayah Tawangmangu, Karanganyar, tepatnya pada Senin (7/1) sore. Bangunan talut yang dibangun oleh salah satu vila yang ada di Desa Bener, Tawangmangu, dengan panjang sekitar 12 meter dan tinggi 6 meter diketahui roboh menimpa dua bangunan dapur milik warga sekitar.

Beruntung, tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tapi bangunan talut yang terbuat dari bebatuan dan tanah yang menyangga talut tersebut longsor. Sehingga mengakibatkan dua bangunan dapur yang letaknya bersebelahan rusak parah.

Menurut salah satu warga Joko Winarto, longsornya talut milik salah satu vila tersebut diketahui pada Senin (7/1) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu hujan di wilayah Tawangmangu, sangat deras, sehingga saluran air yang ada di bawah pondasi tersebut tak mampu untuk menampung luapan air. Imbasnya menggerus lapisan tanah yang ada di bawah pondasi, sehingga mengakibatkan talut tersebut roboh.

“Posisi talut itu ada di atas selokan air. Karena hujan lebat dan mungkin air tak bisa tertampung, kemudian menggerus tanah yang ada di bawah talut. Hanya berselang beberapa jam kemudian talut tersebut langsung roboh dan menimpa dua bangunan dapur warga,” jelas Joko.

Sementara itu, Camat Tawangmangu Rusdiyanto, saat dihubungi Radar Karanganyar membenarkan atas kejadian tersebut. Pihak camat bersama jajaran forkopimcam dan relawan langsung melakukan proses pembersihan terhadap puing–puing bekas sisa longsor dan bangunan dapur milik kedua warga yang jadi korban.

“Iya kemarin kejadian longsornya tak ada korban jiwa. Hanya saja, akibat tanah longsor tersebut dua warga sekitar mengalami kerugian mencapai Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Dan saat ini baru kita laporkan ke BPBD serta Bupati Karanganyar, untuk ditindaklanjuti,” ungkap Rusdiyanto. (rud/edy)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia