Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Tol Trans Jawa Rugikan Pengusaha

09 Januari 2019, 16: 50: 59 WIB | editor : Perdana

DILEMA: Pengendara mobil melintasi Tol Trans Jawa segmen Solo-Sragen.

DILEMA: Pengendara mobil melintasi Tol Trans Jawa segmen Solo-Sragen. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KEBERADAAN tol Trans Jawa yang baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo ini, memang mendekatkan jarak antarkota di Pulau Jawa. Namun tarif jalan bebas hambatan ini dinilai terlalu mahal dan merugikan pengusaha terutama yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Tengah, Tony Winarno, menilai pembangunan infrastruktur tersebut sudah tepat, karena bisa mendekatkan jarak antarwilayah. Namun, mahalnya tarif tol ini merugikan pengusaha. “Infastruktur ini untuk siapa? Kalau untuk rakyat, mengapa tarifnya sangat mahal. Bagi pengusaha, ini sangat merugikan,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Senin (7/1) kemarin.

Tony menjelaskan, biaya yang dibayarkan untuk sekali jalan ke Semarang dan Solo tidak sebanding dengan biaya bahan bakar. Meski bermanfaat dan mendekatkan wilayah, tarif yang ada saat ini tidak berpihak kepada Asperindo. “Biaya logistik semakin meningkat. Padahal harusnya bisa memangkas biaya, tapi ini justru menambah biaya,” tambahnya.

Ia mencontohkan untuk biaya logistik dari Semarang ke Surabaya melewati Tol Trans Jawa, pengusaha harus mengeluarkan uang sebesar Rp 259 ribu untuk sekali jalan. Sementara ongkos bahan bakar Rp 200 ribu sekali jalan. Jika dikalikan dua, tarif tol pulang pergi sebesar Rp 518 ribu plus dengan biaya bahan bakar Rp 400 ribu pulang pergi. “Dari segi bisnis tentu tidak menguntungkan bagi Aperindo,” ucapnya.

Padahal barang-barang logistik yang paling banyak dikirim anggota Asperindo, adalah barang UMKM dari Solo, Semarang dan Yogyakarta dengan tujuan berbagai kota di Jawa Tengah maupun luar Jawa. “Mahalnya tarif tol ini, akan berimbas pada usaha kecil yang dikirim dari pearjin. Bagi kami, tol hanya jalur alternatif, karena akan menambah biaya logistik. Pengusaha lebih memilih jalur bukan tol meski agak memutar,” keluhnya.

Ia berharap, tarif tol Trans Jawa dikaji ulang agar lebih berpihak kepada pengusaha maupun rakyat. Sehingga selain mendekatkan jarak, juga bisa menguntungkan dan mengangkat segi bisnis dan sektor lainnya. (den/ida/JPG/fer)

Biaya logistik Semarang-Surabaya melewati Tol Trans Jawa

- Tarif tol sebesar Rp 259 ribu sekali jalan, jika Pulang Pergi (Rp) 518 ribu. 

- Biaya BBM sebesar Rp 200 ribu, jika PP Rp 400 ribu.

- Total biaya logistik PP antara tarif tol dan BBM sebesar Rp 918.000.

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia