Minggu, 24 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Mantan Bupati Rina Iriani Segera Bebas

12 Januari 2019, 08: 50: 59 WIB | editor : Perdana

Mantan Bupati Rina Iriani Segera Bebas

KARANGANYAR – Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih dalam hitungan bulan akan menghirup udara bebas. Hal ini setelah Mahkamah Agung (MA) mengurangi masa hukuman dia terkait kasus korupsi proyek Perumahan Griya Lawu Asri (GLA). Dalam putusan peninjauan kembali (PK), hakim MA mengurangi masa hukuman dari sebelumnya 12 tahun penjara menjadi 9 tahun. 

Pengacara Rina Iriani, Bonafentura Loly mengatakan, setelah PK dikabulkan MA maka pihaknya menindaklanjuti dengan mengajukan pembebasan bersyarat pada November dan Desember 2018 lalu, baik ke Kementerian Hukum dan Ham, dan Kepala Lapas Wanita Kelas II A Semarang. 

Dari penghitungan kuasa hukum dan sesuai dengan masa penahanan, Rian Iriani yang sebelumnya pernah menjabat sebagai bupati Karanganyar selama dua periode tersebut dijadwalkan bakal meninggalkan lapas pada Juli 2019 mendatang.

“Kemarin untuk pengajuan pembebasan bersyarat itu sudah kami lakukan. Tetapi ada sedikit kendala dari Kemenkumham dan kelapa lapas. Di mana Kemenkumham itu mengacu pada keputusan presiden, sedangkan kalapas mengacu pada Permenkumham, tentang pembebasan bersyarat,” kata Loly.

Diungkapkan Loly, dalam pengajuan pembebasan bersyarat tersebut, setelah Rina Iriani masuk menjalani masa penahanan, remisi pada 2015 belum dihitung. Ia berharap kepada kepala Lapas Semarang, agar remisi 2015 tersebut bisa dihitung, sehingga kliennya tersebut bisa segera menghirup udara segar dan kembali lagi ke Karanganyar.

“Penjelasan dari Kalapas menggunakan Permenkumham itu yang jadi masalah, Kalau dua-duanya (Kemenkumham dan Kalapas) itu nanti mulus dan sesuai dengan pengajuan, maka Bulan Juli Bu Rina dipastikan bakal bebas,” terang Lolly.

Diketahui sebelumnya, Rina Iriani divonis 12 tahun penjara. Kemudian setelah melalui proses kasasi dan PK akhirnya masa hukumannya dipangkas menjadi 9 tahun. Denda yang semula Rp 1 miliar juga berkurang menjadi Rp 500 juta. Begitu pula uang pengganti dari semula Rp11,8 miliar hanya Rp7,8 miliar.

“Total denda dan uang pengganti yang harus dibayarkan Rina menjadi Rp 8,3 miliar,” ujarnya. 

Sebelumnya, Rina sudah membayar uang pengganti dari barang yang dirampas beberapa waktu lalu Rp1.482.744.000. Dengan demikian, Rina masih harus membayar denda Rp 500 juta ditambah sisa uang pengganti Rp 6.390.747.200 sehingga totalnya Rp 6.890.747.200. Rina membayar denda dan uang pengganti melalui dua pengacaranya dari Kantor Hukum Bonafentura Loly & Associates, yakni Bonafentura W.P. Loly dan Peter Sahanaya, pada Maret 2018 di Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar. (rud/bun)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia