Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ponpes Ta'mirul Islam Gelar Doa Bersama dan Deklarasi Damai 

12 Januari 2019, 00: 21: 45 WIB | editor : Perdana

Ponpes Ta'mirul Islam Gelar Doa Bersama dan Deklarasi Damai 

SOLO - Resahnya penyebaran hoax dan isu sara saat menjelang pemilu 2019, para santri di Pondok Pesantren Ta'mirul Islam, Kecamatan Laweyan, Kota Solo melakukan doa bersama dan deklarasi pemilu damai 2019 di kompleks pondok setempat, pada Jumat (11/1) siang.

"Kami sepakat menjaga pemilu damai 2019," tegas Pimpinan Pondok Ta'mirul Islam Solo, Muhammad Ali Naharussurur dalam kegiatan Silaturahmi Umat Islam Surakarta. 

Pria yang akrab disapa sebagai Abah Ali itu juga mengatakan, janganlah perbedaan pilihan menjadi penghancur persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia. Tidak seharusnya, perbedaan politik menyebabkan keretakan hubungan masyarakat yang saat ini telah terbangun dengan sangat baik.

"Semisal, persatuan dan kesatuan diibaratkan sebagai sebuah meja makan. Apapun menunya yang kita pilih tetap berada di meja yang sama. Kita makan bersama, dan meninggalkan jamuan makan bersama. Meski, pilihan menunya beda," kata Abah Ali. 

Kegiatan yang mengusung tema "Bersama Mendukung Kampanye Damai Pemilu 2019 Sebagai Wujud Uswatun Khasanah" ini juga diisi dengan pembacaan doa. Mereka berharap, supaya kondisi Bangsa Indonesia dijauhkan dari segala bencana, musibah dan mara bahaya. 

Disinggung penyebaran isu sara dan hoax yang saat ini makin masive, Abah Ali mengaku, jika masyarakat harus makin cerdas. Mereka dihimbau, untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Termasuk, masalah agama juga menjadi perhatian serius ketika dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana dan memecah belah Kebhinekaan," jelasnya. 

Sedangkan, menghadapi tahun Politik yang telah ada di depan mata ini, Abah Ali berpesan kepada masyarakat untuk memilih sesuai dengan hati nurani. 

"Pilihlah pemimpin yang takut kepada Allah. Pemimpin yang bijak, memperhatikan umat dan tidak berbuat dzalim. Dengan begitu, mampu mewujudkan negeri yang baldatun thayibatun wa rabbun ghofur," katanya. 

Usai kegiatan tersebut, sejumlah tokoh agama dan masyarakat menyatakan ikrar bersama untuk mewujudkam Pemilu yang damai dan menjaga kondusifitas di Kota Solo.  (isw)

(rs/isw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia