Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Posko Prabowo Berdiri, PDIP Beri Selamat

12 Januari 2019, 10: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SALING MENGHARGAI: Karangan bunga dari pengurus posko pemenangan pileg dan pilpres PDI Perjuangan Banjarsari atas diresmikannya posko BPN Prabowo-Sandiaga kemarin (11/1).

SALING MENGHARGAI: Karangan bunga dari pengurus posko pemenangan pileg dan pilpres PDI Perjuangan Banjarsari atas diresmikannya posko BPN Prabowo-Sandiaga kemarin (11/1). (SILVESTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Badan pemenangan nasional (BPN) calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno meresmikan poskonya di Jalan Letjen Suprapto No 53A, Sumber, Banjarsari. Menariknya, kegiatan itu juga mendapat ucapan selamat dari pengurus posko pemenangan pileg dan pilpres PDI Perjuangan Banjarsari.

Ketua BPN Prabowo-Sandi, Jenderal (Purn) TNI Djoko Santoso mengatakan, dipilihnya Kota Solo sebagai lokasi pendirian posko pemenangan nasional karena dapat memberikan banyak inspirasi.

"Pimpinan di mana pun itu boleh. Selama dia bisa mengendalikan daerah tanggung jawabnya. Saya di Papua juga boleh, di Jakarta juga boleh. Tapi, saya kepengin ke Solo," jelas Djoko.

Bukan tanpa alasan, Djoko dilahirkan di Kota Bengawan. Dia ingin hidupnya bermanfaat untuk Solo. "Sebenarnya banyak yang menawarkan tempat pendirian posko. Tapi, saya tertarik dengan Kota Solo ini," ungkapnya. 

Disinggung target perolehan suara, Djoko optimistis Prabowo-Sandi unggul. “Kita berdoa agar apa yang diperjuangkan, yang saya anggap jalan yang benar di ridai Allah bisa menang," jelasnya di hadapan para simpatisan capres-cawapres 02 dan mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, posko BPN hanya berjarak sekitar 50 meter dari posko pemenangan pileg dan pilpres PDI Perjuangan Banjarsari dan berjarak kurang 500 meter dari rumah pribadi Presiden Jokowi.

Menariknya, kegiatan tersebut juga mendapat ucapan selamat dari pengurus posko pemenangan pileg dan pilpres PDI Perjuangan Banjarsari dengan mengirimkan karangan bunga. 

"Ucapan selamat itu untuk menghormati dan menghargai demokrasi di Indonesia. Sebagai sama-sama calon tim pemenangan tidak diperbolehkan saling mencaci, menghujat, memfitnah. Namun, lebih pada saling menghargai," tandas Ketua DPC PDI Perjuangan Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo.

Di hari yang sama, sejumlah alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mendeklarasikan Sebelas Maret Prabowo Sandi (Smart Padi) di Lor In Solo Hotel.

Ketua Smart Padi Muhammad Taufiq mengatakan, akan menyiapkan sejumlah konsep untuk membantu menenangkan Prabowo-Sandi. Pertama, Smart Padi menginginkan dilibatkan dalam debat capres. Smart Padi akan memberikan gagasan. Di antaranya meminta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dikembalikan ke fungsi semula.

"Jadi UU ITE tidak lagi dijadikan untuk menjerat orang yang berbeda pendapat. Kedua, gagasan tentang hak-hak politik warga, kesejahteraan, dan pembenahan BUMN termasuk tentang BPJS," jelas Taufiq.

Ditambahkan, model gerakan Smart Padi berbeda dengan relawan. Karena berisi kalangan intelektual, mereka akan melakukan fungsi sosial. Seperti pengobatan gratis, bantuan pendidikan, training advokasi, dan sebagainya.

Sejauh ini, Smart Padi sudah beranggotakan 718 alumni dari semua angkatan. "Kami akan mengajak alumni-alumni lainnya untuk bergabung," imbuhnya.

Sementara itu, Djoko Santoso meminta seluruh relawan, termasuk Smart Padi merapatkan barisan dan all out memenangkan Prabowo-Sandi. (ves/adi/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia