Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Dishub Luncurkan Angkutan Bandara Terkoneksi dengan Adi Soemarmo

12 Januari 2019, 17: 04: 43 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Aktivitas di Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Dinas Perhubungan Kelaten berencana meluncurkan angkutan yang terkoneksi dengan Bandara Adi Soemarmo, Februari mendatang.

ANTISIPASI: Aktivitas di Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Dinas Perhubungan Kelaten berencana meluncurkan angkutan yang terkoneksi dengan Bandara Adi Soemarmo, Februari mendatang. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Awal Februari mendatang, Dinas Perhubungan (Dishub) Klaten meluncurkan lima armada angkutan bandara. Terkoneksi dengan Bandara Adi Soemarmo Boyolali. Layanan ini hadir untuk mengantisipasi dialihkannya Bandara Adi Sucipto Jogja ke Kabupaten Kulon Progo.

Saat inim, dishub gencar menyosialisasikan angkutan bandara tersebut. Agar masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara maksimal. Seperti diutarakan Sekretaris Dishub Klaten, Sudiyarsono. Dia menyebut kelima armada itu berasal dari Damri. Berupa Isizu Elf. Setiap armada memiliki kapasitas sebanyak 12 orang. 

”Sudah kami sosialisasikan kepada perusahaan bus, khususnya jurusan Solo-Jogja. Kami tegaskan yang boleh menaiki layanan moda ini hanya yang memiliki tiket pesawat saja. Karena layanan ini hanya untuk mengantarkan calon penumpang pesawat ke Bandara Adi Soemarmo,” kata Sudiyarsono kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (11/1).

Berbagai persiapan tengah dilakukan sebelum dipoerasikan. Termasuk menentukan titik-titik keberangkatan. Keberangkatan awal akan dimulai dari kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Jogja.

Alasan pemberangkatan awal di Kecamatan Prambanan bukan tanpa alasan. Diprediksi calon penumpang pesawat yang berasal dari Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman akan memilih terbang dari Bandara Adi Soemarmo. Sebab jaraknya lebih dekat jika dibandingkan harus ke Kulon Progo.

”Bisa jadi nanti penerbangan di Bandara Adi Soemarmo diperbanyak setelah ada pemindahan layanan penerbangan di Jogja. Maka dari itu titik keberangkatan di Prambanan itu untuk mengantisipasi animo calon penumpang pesawat dari Jogja. Nantinya juga akan melayani sejumlah titik di Klaten,” jelasnya.

Sejumlah perizinan operasional telah diselesaikan Damri. Didukung Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Untuk sementara jumlah armada baru lima unit. Nantinya akan tetap mengantarkan penumpang dalam jumlah berapa pun, termasuk satu hingga dua orang.

Terkait rute yang akan dilalui, masih dalam tahap pembicaraan. Karena disesuaikan dengan titik penjemputan yang ditetapkan. Termasuk juga harga tiket. Kendati demikian harganya include dengan tiket pesawat.

”Hadirnya layanan ini juga tidak bisa dilepaskan survei yang dilakukan Damri sendiri. Mereka bilang sekitar 9-10 persen calon penumpang di Bandara Adi Soemarmo berasal dari Klaten. Terutama mereka yang berasal dari Kecamatan Jatinom dan Polanharjo,” urai Sudiyarsono.

Hadirnya layanan transportasi ini disambut postif oleh warga di Kecamatan Prambanan. Yon Mujiyono, 50, seorasng di antaranya. Warga Desa Solodiran, Kecamatan Manirenggo ini sering naik pesawat dari Bandara Adi Sucipto.

”Pilih dari Jogja karena lebih dekat dari rumah. Semoga moda transportasi yang baru ini memudahkan masyarakat ke Bandara Adi Soemarmo. Jika nanti penerbangan di Jogja pindak Kulon Progo,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia