Kamis, 21 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Bisnis Menggiurkan dari Bantal Aneka Karakter

14 Januari 2019, 15: 59: 35 WIB | editor : Perdana

INDUSTRI RUMAHAN: Setyorini sedang menyelesaikan pembuatan bantal karakter di rumahnya di Desa Ngijo Kulon, Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (13/1).

INDUSTRI RUMAHAN: Setyorini sedang menyelesaikan pembuatan bantal karakter di rumahnya di Desa Ngijo Kulon, Tasikmadu, Karanganyar, Minggu (13/1). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

KARANGANYAR – Bisnis dan wirausaha bisa dilakukan di manapun dan kapanpun. Contohnya bisnis bantal karakter yang digeluti Setyorini, 33. Di rumahnya, ibu muda asal Desa Ngijo Kulon, Tasikmadu, Karanganyar ini memproduksi bantal karakter beromzet jutaan rupiah per bulan.

Bermodalkan kain spreie, dakron, dan mesin jahit, Setyorini mampu memproduksi 400-500 bantal karakter per bulan. Omzetnya Rp 5-10 juta per bulan. Karakter yang dibuat di antaranya bulan sabit, bintang, burung hantu (owl), unicorn, dan tulisan LOL surprise. Selain itu, Setyorini juga membuat guling karakter pensil dan hiasan pintu.

”Awalnya hanya coba-coba buat mengisi waktu luang. Saya kan ibu rumah tangga, daripada menganggur di rumah. Diajarin kakak ipar dan alat-alatnya dari mesin jahit sampai obras awalnya pinjam. Lalu coba-coba bikin model dan ternyata bisa laku di pasaran,” kenangnya saat ditemui Jawa Pos Radar Solo di kediamannya, Kamis (10/1).

Bisnis bantal karakter ditekuninya sejak 1,5 tahun lalu. Berawal dari ajakan kakak ipar yang memiliki usaha konveksi. Berkat bantuan itu, Setyorini yang awalnya tak punya skill menjahit jadi bisa karena terbiasa.

”Belajar otodidak. Dari dulu fokus bantal karakter. Sekarang juga bikin penutup galon air mineral, sprei, tirai, dan aksesoris rumah tangga lainnya. Untuk selera pasar, saya lihat-lihat di internet,” papar istri Haryanto tersebut.

Terkait pemasaran, Setyorini awalnya menitipkan produknya di toko aksesoris. Serta rajin hinggap di satu pameran ke pameran lainnya. Berkat ketekunannya, sudah ada tiga toko aksesoris yang berlangganan bantal karakternya. Tidak hanya di wilayah Solo dan sekitarnya, produknya juga laris manis di Madiun, Jawa Timur.

Soal harga, bervariatif. Antara Rp 30- 60 ribu per bantal. Tergantung ukuran dan tingkat kesulitan pengerjaan. Sedangkan sarung bantal yang dilapisi busa, dibandrol Rp 20-35 ribu. Pesanan kian membeludak saat perayaan Natal dan musim wisuda.

”Bantal karakter paling laris unicorn, owl, dan LOL suprise. Itu digemari anak-anak muda dan ibu-ibu muda. Kalau pas pameran, bentuk pensil juga laris. Di Madiun, paling laris tirai motif subid,” bebernya.

Ibu dua anak itu kini punya empat pekerja. Membantu proses menjahit dan mengisi dakron. Sementara pemotong pola dan finishing dikerjakan sendiri oleh Setyorini. Dalam sehari Setyorini mampu memproduksi 10-20 bantal berbagai karakter.

”Modal awal sekitar Rp 5 juta. Alat-alatnya masih pinjaman kakak. Sekarang Alhamdulillah sudah punya alat dan penghasilan sendiri,” ujarnya. (mg4/mg8/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia