Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Features

Mengungkap Syarat Nyeleneh Terapi Alat Vital

Pantang Makan Terong Biar Terus “On”

16 Januari 2019, 18: 33: 08 WIB | editor : Perdana

Mengungkap Syarat Nyeleneh Terapi Alat Vital

URUSAN ranjang jelas tak akan disepelekan. Apalagi jika sudah menyangkut rahasia kuat dan perkasa. Iklan pengobatan/terapi semacam ini pun, meski dikemas secara sederhana, nyatanya mampu menarik perhatian banyak pria. Apalagi, sang terapis pun berani menempel iklan berupa kertas selebaran buram itu di tepi jalan umum.        

Berbekal keterangan alamat yang tertulis dalam iklan selebaran tersebut, Jawa Pos Radar Solo melakukan penelusuran. Tidak sulit menemukan lokasinya di salah satu kawasan di Kecamatan Banjarsari. Apalagi, akses menuju tempat praktik tersebut juga dilengkapi papan nama pengobatan alternatif terapis alat vital.

Di lokasi, Jawa Pos Radar Solo ditemui seorang pria berinisial PJ yang mengaku sebagai terapis. Dia pula yang akan memberikan pengobatan alias terapi bagi pria-pria yang membutuhkan bantuan.

Namun, sebelum terapi dimulai, pasien yang masih baru diminta mengisi formulir pendaftaran. Termasuk menulis ukuran alat vital yang diinginkan dan membayar uang pendaftaran Rp 100 ribu.

“Lha kalau mas mau yang mana (ukuran alat vital, Red)? Sama jangan lupa nama bapaknya ditulis biar doa kepada pasien tidak salah sasaran,” kata PJ.

“Kalau cuma ramuan saja, nanti tidak maksimal 100 persen. Begitu juga sebaliknya. Kalau cuma doa tapi pasien tidak memakai ramuan, hasilnya juga cuma 50 persen,” tambahnya.

Koran ini kemudian menanyakan teknis perawatan yang dilakukan PJ kepada pasiennya. Sebelum menjawab lebih jauh, dia meminta biaya konsultasi senilai Rp 100 ribu.

Menurut PJ, ada tiga jenis ramuan yang diberikan kepada pasien. Yakni oles, minum, dan makan. Untuk ramuan oles, bahan bakunya berasal dari binatang, sedangkan ramuan yang diminimum semuanya berbahan dasar dari tanaman. 

Apa saja jenis binatang dan tanaman yang digunakan untuk bahan ramuan? PJ enggan menjawab. Alasannya, itu semua merupakan rahasia dapur. 

Di sela-sela obrolan, PJ masuk ke dalam kamar. Tak lama, dia keluar membawa kayu berbentuk alat vital pria dengan ukuran bervariasi. “Tinggal mau yang mana,” kata dia.

Tak Bisa Sembarangan Berguru

Sebelum membuka praktik tersebut, PJ mengaku berguru kepada seseorang. “Tidak sembarangan juga mempelajari pijat ini. Karena kalau bukan keturunan langsung (sang guru, Red) tidak bisa. Tapi, karena saya kebetulan dekat sama cucunya, akhirnya saya diperbolehkan belajar,” ungkapnya.

Tahapan yang harus dilalui PJ cukup berat. Yakni berpuasa selama 33 hari ejak subuh hingga beduk magrib. Sisanya harus puasa tidak makan dan minum selama tujuh hari tujuh malam.

Berlanjut tirakat 140 hari yang terbagi dalam beberapa bagian. Tiga hari awal puasa siang dan malam, hari keempat hingga hari ke-133 puasa seperti biasa. Mendekati tujuh akhir tirakat kembali berpuasa siang malam.

Setelah proses tirakat rampung, barulah PJ mendapat ilmu teknik pijat yang diklaim bisa membesarkan alat vital. Bagaimana cara kerjanya? PJ enggan menjelaskan karena menurut pesan sang guru, teknik tersebut bukan untuk konsumsi publik.

Ada Pantangan Makan

Ternyata, praktik PJ ini cukup diminati. Buktinya, per pekan dia bisa melayani sekitar 12 pasien. Mayoritas berjenis kelamin pria dengan usia di atas 30 tahun. Sesi terapi hanya berlangsung satu kali dengan durasi 30 menit hingga satu jam. Selanjutnya, pasien dapat melakukan perawatan di rumah dengan bekal tiga macam ramuan dari PJ.

Tidak berhenti sampai di situ, PJ selalu mewanti-wanti pasiennya tidak mengonsumsi terong ungu, pisang mas, dan daun sirih. Pantangan itu berlaku seumur hidup. Jika pasien melanggar, maka sia-sialah perawatan yang dilakoni. (atn/wa/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia