Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Target Ekspor Surakarta Naik 10 Persen

18 Januari 2019, 20: 56: 03 WIB | editor : Perdana

TUMBUH: Kerajinan berbahan kayu yang berpotensi ekspor.

TUMBUH: Kerajinan berbahan kayu yang berpotensi ekspor. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pertumbuhan nilai ekspor terus ditingkatkan. Seiring dengan menguatnya kondisi ekonomi dalam negeri. Tahun ini, Dinas Perdagangan Kota Surakarta menargetkan kenaikan nilai ekspor sebesar 10 persen. Seiring dengan kenaikan produktivitas industri di Kota Solo.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta, Subagiyo mengatakan, pada 2018 realisasi nilai ekspor mencapai 44 juta Dolas AS. Sedangkan dari sisi volume sebesar 9 juta kilogram secara keseluruhan. Dari sisi volume, komoditas yang memberikan kontribusi paling besar yaitu kantong plastik. Dengan nilai 4,3 juta kilogram.

”Dari sisi nilai, yang memberikan kontribusi paling besar yaitu komoditas tekstil dan produk tekstil sebesar 20,9 juta Dolar AS. Dengan kontribusi volume ekspor sekitar 1,8 jula kilogram,” jelas Subagyo kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (16/1).

Ditambahkan Subagyo, kerajinan rotan memberikan kontribusi cukup rendah, yaitu 65.120 kilogram dengan nilai ekspor 259.649 dolar AS dan mebel rotan volume pengirimannya 169.146 kg dengan nilai investasi 677.034 dolar AS. Kemudian untuk batik volume pengiriman sepanjang tahun memberikan kontribusi investasi sebesar 8,9 juta dolar AS.

Realisasi nilai ekspor 2018 tersebut meningkat jika dibandingkan 2017. Di mana tercatat untuk nilai ekspor Kota Solo pada 2017 sebesar 30,25 juta Dolar AS. Dari sisi volume pengiriman pada 2017 tercatat 7,643 juta kg. Artinya pada 2018 juga ada peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Subagyo tetap optimistis di 2019, target ekspor baik dari volume maupun nilai bisa tercapai. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia