Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Jelang Pemilu, Rekam Kependudukan Narapidana

18 Januari 2019, 21: 25: 20 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Warga binaan Lapas Kelas 2A Sragen melakukan pengecekan data kependudukan.

ANTISIPASI: Warga binaan Lapas Kelas 2A Sragen melakukan pengecekan data kependudukan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 2A Sragen melakukan pengecekan rekam data kependudukan. Langkah ini dilakukan menjelang pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) serentak yang akan digelar pada 17 April nanti. Langkah ini untuk mengakomodir hak pilih warga binaan dalam pesta demokrasi nanti.

Dalam kesempatan itu, terdapat 473 warga binaan yang memiliki hak pilih. Kegiatan perekaman data kependudukan bagi warga binaan ini dilaksanakan serentak di berbagai lapas dan rumah tahanan (rutan) di Indonesia.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen Minarso menyampaikan pihaknya mengakomodir hal demokrasi dan hak memilih warga binaan. Dia menyampaikan ada warga yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) belum muncul, sehingga dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) bisa dilakukan perekaman. 

”Khusus dari daerah lain, yang di luar dari TPS Sragen harus mendapatan surat pindah memilih atau A5,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan warga Sragen dari daerah pemilihan manapun berhak menyalurkan suara dapilnya. Dia menerangkan untuk warga Sragen mendapat 5 surat suara untuk warga Dapil IV Jateng mendapat empat surat suara, warga Jateng diluar dapil IV mendapapat dua surat suara. Sedangkan warga luar provinsi mendapat satu surat suara saja yakni surat suara pilpres.

”Nanti juga ada TPS disini, jadi surat suara dari Dapil 1 sampai dapil 6 surat suaranya ada disini,” terangnya.

Kepala Dispendukcapil Sragen H. Wahyu Lwiyanto menyampaikan untuk peralatan rekam data kependudukan sudah tidak masalah. ”Kesiapan jaringan sudah kita siapkan,” terangnya.

Dia menyampaikan selama berlangsung, ada dua orang warga binaan yang belum melaksanakan perekaman. Pihaknya menjelaskan warga binaan yang berasal dari Sragen sebagian besar sudah melakukan perekaman data kependudukan.

Salah satu warga binaan, Relita, 22, warga Kecamatan Ngrampal mengaku belum mengetahui tata cara mencoblos. Dia sendiri bakal mengikuti pemilu di lapas. Relita mengatakan sudah tahu capres yang maju, namun untuk caleg yang akan bertarung, pihaknya juga belum mengenal. ”Kalau caleg belum paham (siapa tokohnya), tapi capres sudah tahu. Tahunya juga dari keluarga yang ngabari,” terangnya. (din/nik)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia