Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Features

Sipon Cokro Suwiryo, Perempuan 90 Tahun yang Lolos dari Maut 

Rumah Roboh Total, Tubuh Tertimpa Kayu Balok 

19 Januari 2019, 17: 25: 57 WIB | editor : Perdana

RATA TANAH: Rumah Sipon Cokro tinggal puing-puing setelah roboh kemarin malam.

RATA TANAH: Rumah Sipon Cokro tinggal puing-puing setelah roboh kemarin malam. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Nasib baik masih menghampiri Sipon Cokro Suwiryo. Warga Kampung Banjarsari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo, lolos dari musibah maut. Nenek tua renta yang berusia 90 tahun ini selamat dari reruntuhan rumahnya pada Kamis malam (17/1). Seperti apa kisahnya?

TRI WIDODO, Boyolali

HUJAN mengguyur wilayah Boyolali sejak siang. Hingga menjelang malam, hujan tak kunjung surut. Kondisi ini sempat membuat Sipon yang tinggal bersama anak menantunya semakin waswas. 

Ternyata kekhawatiran dia terbukti. Pukul 19.05 WIB, ketika Sipon tengah duduk-duduk di tempat tidur terdengar suara “brakk..”. Kayu balok (blandar) rumahnya tiba-tiba lepas dari tempatnya dan seketika rumah tidak layak huni ini ambruk.

Karena kejadian begitu cepat, Sipon tidak sempat menghindar. Tubuhnya tertimpa balok kayu. Beruntung nyawanya masih selamat. Hanya saja, tangan kirinya mengalami patah dan luka robek pada bagian kepala.

Kejadian tersebut langsung mendapat perhatian dari para tetangga. Mereka datang ke rumah Sipon dan menolong korban. Sipon langsung dilarikan ke RSUD Pandan Arang, Boyolali. Sedangkan anak menantunya, Suryani, 64, tidak mengalami luka karena saat kejadian dapat menyelamatkan diri.

Biso Sawiji, cucu menantu yang tinggal tepat di samping rumah Sipon mengatakan, saat hujan turun sebenarnya dia sudah meminta neneknya untuk mengungsi sementara di rumahnya. Sebab rumah yang ditempati Sipon kondisinya sudah sangat membahayakan. Dinding rumah sudah tak kokoh lagi. Kayu-kayu juga sudah lapuk dimakan usia. “Makanya setiap kali hujan saya minta Mbah Sipon mengungsi sementara,” katanya. 

Benar saja, saat hujan seharian itu rumah tersebut roboh. Saat itu dirinya sedang berada di belakang, tiba-tiba terdengar suara benda roboh dari samping barat rumahnya. Kemudian dia mendengar Mbah Sipon teriak-teriak memanggil dirinya.

“Le mreneo omahku ambruk (Nak, ke sini rumahku ambruk),” kata Biso menirukan perkataan Sipon.

Dia pun segera datang dan melihat sebagian rumah berdinding batu bata yang sudah runtuh tersebut. Sipon ditemukan dalam posisi duduk di tempat tidur dan tertimpa belandar. Biso kemudian meminta pertolongan warga. Para tetangga pun segera berdatangan dan mengevakuasi korban dari reruntuhan. Setelah diperiksa oleh bidan desa setempat, korban kemudian dibawa ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Ketua RT setempat, Dalino mengatakan, warga setempat akan membangunkan kembali rumah untuk ditempati Mbah Sipon yang juga sudah janda tersebut. Rencananya, gotong-royong akan dimulai Minggu besok. “Biaya pembangunan dari sumbangan warga,” ujarnya. 

Dia pun berharap masyarakat dapat mengulurkan tangan untuk membantu membangunkan rumah untuk dua janda tua ini.  Sedangkan untuk biaya pengobatan, yang bersangkutan yang masuk keluarga miskin sudah ter-cover BPJS Kesehatan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo mengaku telah mendatangi lokasi kejadian. Untuk sementara ini, pihaknya baru membantu logistik untuk kegiatan gotong. “Berikutnya Kami akan melakukan assessment rumah korban,” imbuhnya. (*/bun)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia