Jumat, 26 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis
Festival Halal Food

Kenalkan Aneka Menu Halal

19 Januari 2019, 20: 32: 20 WIB | editor : Perdana

AMAN DIKONSUMSI: Salah satu tenant di Solo Halal Food.

AMAN DIKONSUMSI: Salah satu tenant di Solo Halal Food. (SERAFICA GISCHA P/RADAR SOLO)

SOLO – Kuliner kini menjadi salah satu daya tarik untuk mendongkrak traffic pengunjung di mal. Termasuk di Solo Paragon Lifestyle Mal. Menggandeng Halal Boga, digelar Solo Halal Food selama tiga hari, 18-20 Januari di Atriuim Solo Paragon Lifestyle Mall.

Panitia Penyelenggara Solo Halal Food, Vitri Sundari menerangkan, event ini untuk mengenalkan beragam makanan halal yang ada di Kota Bengawan. Sekaligus menyamakan persepsi akan konsep halal. Sebab banyak orang yang memandang halal dari persepsi berbeda-beda.

”Makanan nonhalal itu bukan hanya dari bahan yang digunakan, tetapi proses pembuatannya juga. Bersih atau tidak? Persepsi inilah yang harus disamakan. Sehingga produk halal ini tidak hanya bagi kaum muslim, tetapi untuk semuanya,” kata Vitri kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (18/1).

Sebanyak 50 tenan ambil bagian dalam event ini. Mulai dari produk makanan hingga bahan-bahan makanan. Harapannya acara ini bisa menjadi kegiatan tahunan. Mengingat banyak rekanan-rekanan yang ingin memproduksi makanan. Serta menginspirasi produk halal ke semua kalangan.

Direktur Operasional Solo Paragon Lifestyle Mall, Budianto Wiharto menyampaikan apresiasi yang positif akan hadirnya Solo Halal Food. Apalagi dukungan juga mengalor dari Pemkot Surakarta. ”Cukup banyak menu makanan di Kota Solo, bahkan yang halal juga. Semakin banyak orang tahu kalau macam-macam makanan ini sudah masuk kategori halal,” urai.

Ristia, manajer Yaki Sora, tenant di Solo Halal Food menyebut menu makanan yang disajikan serba seafood dengan bumbu Jepang. Namun dalam pengolahannya, Ristia tetap memilah bahan mana yang bisa digunakan dan tidak di Indonesia. Tanpa harus mengubah cita rasanya. Ristia mengaku harus mencari bahan-bahan pengganti yang rasanya masuk di lidah.

”Menu ini memang lagi hits di kalangan anak muda. Kami mneghadirkan dengan bumbu Jepang. Namun, untuk bahan seperti rum dan cuka yang di sini tidak boleh, atau kaldu-kaldu babi tidak kami gunakan. Diganti kecap asin, kaldu sapi, dan bumbu lainnya. Kalau seafood kan memang sudah halal,” tandasnya. (gis/fer

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia