Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Terobosan Gaungkan Sekolah Adiwiyata Nasional

20 Januari 2019, 13: 45: 08 WIB | editor : Perdana

Penataan lingkungan sekolah di SMP N 1 Jogonalan dengan menanam berbagai jenis bunga terutama anggrek untuk mendukung sekolah adiwiyata nasional

Penataan lingkungan sekolah di SMP N 1 Jogonalan dengan menanam berbagai jenis bunga terutama anggrek untuk mendukung sekolah adiwiyata nasional

Share this      

KLATEN - Pemerintah Kabupaten Klaten telah mendorong upaya pelestarian lingkungan hidup melalui pembentukan sekolah adiwiyata. Total ada 35 sekolah adiwiyata dari berbagai jenjang sekolah yang terdata di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten. Salah satunya SMP N 1 Jogonalan yang sudah menyandang sekolah adiwiyata nasional sejak 2017 lalu.

Kepala Sekolah SMP N 1 Jogonalan Endah Sulistyowati telah mengambil sejumlah terobosan dalam mempresentasikan sekolah adiwiyata. Ia memandang sekolah yang baru saja dipimpinnya itu baru sebatas labeling sehingga masuk kurang dalam penerapannya sebagai sekolah adiwiyata.

“Saya melihat selama dua tahun ini pihak sekolah lengah dalam mempresentasikan sekolah adiwiyata nasional. Maka itu ketika saya ditugaskan di sini baru satu bulan langsung mengambil sejumlah kebijakan dan programa. Tentunya dalam mendukung status sekolah adiwiyata sehingga tidak sekedar labeling,” jelas Endah Sulistyowati saat ditemui seusai deklarasi untuk puasa plastik, Sabtu (19/1).

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan ada sejumlah langkah yang diambilnya dalam mewujudkan sekolah adiwiyata pada bulan ini. Pertama terus mengkampanyekan anti vandalisme di lingkungan sekolah. Berbagai perabotan di kelas hingga dinding sekolah dilakukan pengecatan ulang untuk menghilangkan berbagai coretan yang dilakukan siswa.

Pihak sekolah mengecat meja dan kursi di dalam kelas dengan berbagai warna disesuaikan dengan kelas masing-masing. Termasuk dinding di berbagai sudut sekolah juga di cat sehingga menjadikan sekolah lebih meriah. Di sisi lain, bekas corat-coret tidak terlihat lagi sehingga menjadi bersih.

“Aksi kedua yang kita lakukan yakni puasa plastik. Sekolah mulai mengurangi penggunaan plastik di berbagai kesempatan acara. Misalnya, saja mulai tidak menggunakan air mineral dengan berbagai kemasan botol lagi. Tetapi lebih mengedepankan penggunaan gelas yang kita sediakan,” jelasnya.

Pengurangan penggunaan plastik juga diberlakukan pada delapan kantin yang ada di lingkungan sekolah saat melayani siswa. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para pedagang untuk mulai mengurangi penggunaan plastik. Harapannya sampah plastik yang dihasilkan siswa akan menurun dengan sendirinya.

Sementara itu, Camat Jogonalan, Kusnin Supriyadi, yang hadir dalam deklarasi itu mengapresiasi langkah yang dilakukan SMP N 1 Jogonalan. Pihaknya berharap sekolah lainnya di Kecamatan Jogonalan bisa mengikutinya dalam rangka upaya pelestarian lingkungan hidup.

“Sudah saya bicarakan dengan pihak sekolah terkait keterlibatan siswa nanti dalam pelestarian sungai di Jogonalan sendiri. Soalnya ada beberapa sungai yang perlu kita perhatikan kebersihannya. Mengingat tahun ini ibu bupati menargetkan mendapatkan penghargaan adipura kembali,” pungkasnya.(ren)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia