Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Penderita DBD Mencapai 262 Orang

21 Januari 2019, 15: 35: 28 WIB | editor : Perdana

ANTISIPASI: Petugas Puskesman Mondokan melakukan fogging di Dukuh Guli, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan.

ANTISIPASI: Petugas Puskesman Mondokan melakukan fogging di Dukuh Guli, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Demam Berdarah Dengue (DBD)  terus menjadi momok bagi warga Sragen. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) menjadi sinyal warga untuk lebih waspada.  Salah satunya upaya yang dilakukan adalah melakukan pengasapan atau fogging. 

Sejumlah daerah mulai melaksanakan pengasapan, antara lain Mondokan, Sumberlawang, Tangen, Jenar, Kalijambe, Sidoharjo, Tanon, dan beberapa wilayah lainnya. Saat ini penderita DBD mencapai 266 orang.

Lantaran tidak ingin bertambah korban, sejumlah wilayah di Sragen dilakukan kegiatan fogging , termasuk yang sudah dilakukan oleh petugas kesehatan dari Pukesmas Mondokan. Upaya yang dilakukan akhir pekan kemarin dilakukan di Dukuh Guli, Desa Gemantar, Kecamatan Mondokan.

Kepala Desa (Kades) Gemantar, Suradi menyampaikan ada beberapa warganya akhir akhir ini terserang nyamuk demam berdarah. Dia mengatakan dengan adanya pengasapan ini berharap agar korban tidak semakin bertambah. ”Pelaksanaan fogging ini sangat diharapkan bisa memutus mata rantai perkembangan nyamuk,” Kata Suradi.

Kepala Puskesmas Mondokan dr.Gigi Budhi Wibowo menyampaikan kasus demam berdarah paling parah di Mondokan ada di Desa Gemantar. Lantas disusul dengan daerah lainnya seperti Kukunrejo, Wareng, Sidodadi, Canggrang, beku. 

”Hari ini kita lakukan fogging di lingkungan warga, kita terjunkan dua alat fogging. Kasus memang banyak ditemukan di wilayah Mondokan sementara ada 37 orang jadi korban,” terangnya.  (din/nik

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia