Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Warga Lereng Merapi Galang Dana Rehabilitasi Tsunami

21 Januari 2019, 16: 27: 48 WIB | editor : Perdana

SOSIAL: Penggalangan dana Sahabat Merapi Untuk Negeri di Lapangan Desa Dompol, Kecamatan Kemalang.

SOSIAL: Penggalangan dana Sahabat Merapi Untuk Negeri di Lapangan Desa Dompol, Kecamatan Kemalang. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Warga lereng Merapi memiliki kepedulian tinggi terhadap korban bencana alam di berbagai wilayah di Indonesia. Dibuktikan lewat penggalangan dana yang dilakukan 78 relawan di Lapangan Desa Dompol, Kecamatan Kemalang, Klaten, Sabtu (19/1). Nantinya, uang hasil donasi diperuntukkan bagi korban terdampak bencana tsunami di Selat Sunda.

Penggalangan dana bertajuk Sahabat Merapi untuk Negeri ini sudah beberapa kali dilaksanakan. Melibatkan seluruh relawan dan komunitas yang ada di lereng Merapi kawasan Klaten, Jogja, dan Boyolali. Selain galang dana, juga dilakukan donor darah, penampilan kesenian Jathilan, hingga hiburan pentas musik. 

Belum setengah hari, sudah terkumpul Rp 52 juta. ”Dulu kami lakukan untuk korban gempa di Lombok dan tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi. Sekarang giliran donasi untuk korban musibah tsunami di Selat Sunda Banten dan Lampung. Penggalan dana terus kami buka hingga nanti disalurkan kepada korban terdampak,” kata Karyana, Humas Sahabat Merapi Untuk Negeri kepada Jawa Pos Radar Solo.

Bantuan yang diberikan nanti bukan dalam bentuk uang tunai. Melainkan rumah layak huni. Dianggarkan Rp 10 juta per unit. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli bahan bangunan rumah sederhana tipe 37.

Survei telah dilakukan di lokasi bencana. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang belum terakomodasi pihak pemerintah setempat. Termasuk yang sudah tidak memiliki harta benda lagi akibat bencana tsunami.

Tak ada target berapa nominal ronasi yang terkumpul. Saat ini sudah ada 41 unit rumah yang berhasil dibangun untuk korban bencana di Lombok, Palu, Donggala, dan Sigi.

”Jadi kami belikan untuk bahan bangunan, tetapi dikerjakan tukang yang kami kirim ke lokasi bencana. Jadi dalam hal ini korban hanya tinggal menerima kunci rumah yang bakal ditempati. Sedangkan tenaga dan biayanya berasal dari kami,” urai Karyana.

Warga Desa Tangkil, Kecamatan Kemalang, Joko Prayetno mengapresiasi penggalangan dana tersebut. ”Kami pernah merasakan hal yang sama saat dibantu. Ketika kami terkena dampak erupsi Gunung Merapi 2010 lalu. Hal ini menggugah kami untuk membantu mereka lewat penggalangan dana tersebut,” bebernya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia