Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Jateng

Pemprov Kucurkan Dana Hibah Rp 205 Miliar untuk Guru Madrasah Diniyah

22 Januari 2019, 20: 51: 14 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadiri haul KH Abdul Malik ke-31 di Pondok Pesantren Al Mina, Bandungan, Kabupaten Semarang.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo hadiri haul KH Abdul Malik ke-31 di Pondok Pesantren Al Mina, Bandungan, Kabupaten Semarang. (BAYU WICAKSONO/RADAR SOLO)

Share this      

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) akan segera mengucurkan dana hibah untuk insentif guru madrasah diniyah (madin), ustad taman pendidikan Alquran (TPQ) dan pengasuh pondok pesantren di Jateng. Dana hibah sekitar Rp 205 miliar tersebut akan disalurkan kepada sekitar 170.949 orang. Pemberian insentif ini merupakan janji kampanye masa pemerintahan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. 

Ganjar mengatakan pemberian dana itu sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng terhadap guru madrasah agar semakin bermutu dan profesional dalam mendidik generasi masa depan.

“Kami ingin generasi nantinya menjadi manusia baik, mempunyai pemahaman baik tentang kehidupan. Bantuan ini juga karena para guru yang mengajarkan keagamaan belum semua ter-cover Kementerian Agama,” katanya pada dialog interaktif Mas Ganjar Menyapa (MGM) dengan tema "Insentif untuk Guru Madrasah Diniyah" di Puri Gedeh, Selasa (22/1).

Pola pencairannya, menurut Ganjar, melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng. Para penerima akan menerima dana itu melalui rekening dan alamat yang sudah didata sebelumnya. “Ada 170.949 guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren yang terverifikasi Kemenag,” paparnya.

Madin, guru TPQ dan pengasuh pondok pesantren yang akan menerima dana insentif akan diverifikasi lagi pada Februari-Maret baik secara kelembagaan maupun perorangan oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan Kanwil Kemenag Jateng. Lembaga pun bisa mengusulkan nama-nama penerima melalui Kemenag, Badko TPQ, BNPT, FKPP atau lewat santri yang sudah disebar ke-35 kabupaten/kota.

Sementara itu, Wakil Gubernur Taj Yasin yang turut hadir pada acara tersebut berharap, para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren membantu penguatan paham Islam rahmatan lil alamin.

“Semoga dengan bantuan ini bermanfaat dan tidak ada keluh kesah lagi dari para guru maupun ustad. Pondok pesantren dan madrasah di Jateng ini penyumbang pendidikan keagamaan terbesar ketiga di Indonesia sejak sebelum kemerdekaan,” ujarnya.

Karena itu menurut Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, para kiai zaman dahulu berinisiatif membangun negara dengan agama. Para penerus dan santri pun harus dikembalikan pemahamannya.

“Di Rembang, Batang, Tegal, Batang, Pekalongan, Kudus, Kebumen bantuan seperti itu sudah dilakukan melalui pemerintah setempat. Ketika sudah berikan bantuan, kita ajak kerja sama untuk menanggulangi paham radikal,” tandasnya.

Di akhir acara, Ganjar berpesan kepada para guru madin, TPQ dan pengasuh pondok pesantren untuk selalu memberikan pengajaran yang baik, begitu pula dengan para santri dan siswa agar menghormati guru-gurunya. (lhr/bay)

(rs/bay/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia