Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

10 Ribu Warga Belum Ter-Cover KIS

23 Januari 2019, 15: 13: 01 WIB | editor : Perdana

TERJAMIN: Belum semua warga Solo ikut dalam kepesertaan JKN-KIS.

TERJAMIN: Belum semua warga Solo ikut dalam kepesertaan JKN-KIS. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Keikutsertaan warga Solo dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) belum sepenuhnya tuntas. Saat ini lebih dari 10 ribu warga belum terdaftar dalam program tersebut.

Selama Januari kepesertaan JKN KIS sudah mencapai 130.821 jiwa dari total kepesertaan sebanyak 553.510 jiwa atau setara 98,17 persen. Masih tersisa 1,83 persen warga yang belum terdata sebagai peserta JKN KIS. 

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Siti Wahyuningsih mengatakan, jika dihitung, 1,83 persen tersebut setara dengan 10.300 jiwa. “Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal itu. Mungkin saja mereka belum terdeteksi atau sudah memiliki jaminan kesehatan lain di luar JKN-KIS. Namun sebagai penduduk Indonesia, mereka tetap wajib ikut jaminan kesehatan yang diselenggarakan pemerintah ini,” katanya, Selasa (22/1).

Untuk mempercepat kepesertaan jaminan kesehatan tersebut, perempuan yang akrab disapa Ning itu mengaku sudah melakukan berbagai upaya. Bahkan sejak pertengahan Desember 2018, bayi yang baru dilahirkan peserta JKN-KIS yang dibiayai APBD sudah otomatis didaftarkan sebagai peserta. “Tentunya sebagai peserta JKN-KIS yang preminya juga bersumber dari APBD,” terangnya.

Selain itu, pemkot juga telah meminta perangkat wilayah untuk mendata warga mereka yang belum bergabung dalam program tersebut. Bagi peserta yang kesulitan membayar premi lantaran keterbatasan ekonomi, pemkot juga bersedia mengintegrasikan keanggotaan mereka sehingga pembayaran premi bisa ditanggung APBD.

Awal pekan ini Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo kembali membagikan kartu JKN-KIS untuk kesekian kalinya sejak setahun terakhir. Terdapat 539 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 1.086 jiwa di lima wilayah kecamatan, yang mendapatkan kartu tersebut.

“Pemkot ingin memberikan rasa nyaman terhadap warganya. Salah satunya ya dengan memberikan jaminan kesehatan. Kita berharap tidak ada warga yang sakit, kalaupun sakit sudah ada jaminannya,” kata Rudy. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia