Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Sudah 2 Tahun Werkudara Diboikot

23 Januari 2019, 18: 32: 51 WIB | editor : Perdana

DIMINATI: Bus Werkudara yang mendukung potensi pariwisata di Kota Solo.

DIMINATI: Bus Werkudara yang mendukung potensi pariwisata di Kota Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Dilarangnya bus tingkat Werkudara milik Pemkot Surakarta menjelajah Kota Makmur ternyata bukan hal baru. Kebijakan tersebut ditempuh Pemkab Sukoharjo sejak dua tahun lalu.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menjelaskan, ada banyak pertimbangan terkait keputusan tersebut. Di antaranya, menjaga kelangsungan operasional angkutan umum berskala kecil di kawasan Solo Baru.

”Sukoharjo memiliki angkutan umum kecil sendiri. Jadi banyak yang kita pertimbangkan,” ujar Wardoyo, Selasa (22/1). 

Di sisi lain, Pemkab Sukoharjo mewacanakan peluncuran layanan transportasi publik Sukoharjo Makmur Trans (SMT). Pemkab juga telah mengirimkan surat permohonan pengadaan bus kepada pemerintah pusat. ”Itu busnya kecil, bukan bus besar,” kata bupati.

Namun, hingga saat ini, pengajuan pengadaan armada SMT ke pemerintah pusat tak kunjung direspons. Kepala Dinas Perhubungan Sukoharjo Joko Indriyanto memprediksi, pusat masih melakukan kajian. Seperti terkait efektivitas program SMT. Sebab, Sukoharjo memiliki 12 kecamatan yang mayoritas masih pedesaan.

Jika SMT terwujud, lanjut Joko, pengelolaannya dipasrahkan kepada gabungan perusahaan otobus. ”Ini baru wacana, kita lihat saja ke depan respons dari pemerintah pusat,” jelas dia. 

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menyesalkan kebijakan Pemkab Sukoharjo melarang bus Werkudara melintas di kawasan setempat. Rudy menilai, kebijakan tersebut merupakan sikap yang mengedepankan egosektoral. Seharusnya kerja sama lintas wilayah mutlak dilakukan untuk mengembangkan suatu daerah.

“Padahal rakyatnya yang minta transportasi bisa lewat sana (Sukoharjo), tapi bupatinya tidak boleh. Bus Werkudara akhirnya cuma sampai Tanjunganom. Wong kita (kepala daerah) cuma nunut lima tahun saja kok ngrepoti rakyat,” tandas Rudy.

Setelah mendapat larangan, wali kota tak akan ngotot meminta bupati Sukoharjo memberi lampu hijau bus wisata melintas di daerahnya.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta Taufiq Muhammad mengatakan, permintaan masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sukoharjo terhadap bus Werkudara relatif tinggi. Setidaknya ada dua perusahaan yang telah datang ke kantor dishub untuk meminta layanan bus wisata Werkudara.

“Ada The Park dan Fave Hotel Solo Baru. Karena kami dilarang lewat sana, akhirnya kami minta mereka untuk izin atau koordinasi dengan Pemkab Sukoharjo. Tapi sampai sekarang belum ada jawaban,” tuturnya. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia