Senin, 16 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

9 Kecamatan Terdampak Puting Beliung

25 Januari 2019, 18: 03: 04 WIB | editor : Perdana

EKSTRAWASPADA: Baliho dan sejumlah bangunan di Wonogiri tak kuat menahan hempasan angin kencang. Foto kanan, atap Pasar Ir. Soekarno jebol.

EKSTRAWASPADA: Baliho dan sejumlah bangunan di Wonogiri tak kuat menahan hempasan angin kencang. Foto kanan, atap Pasar Ir. Soekarno jebol. (IWAN KAWUL-RYANTONO P.S/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI – Terjangan angin kencang belum beranjak dari wilayah Eks Karesidenan Surakarta. Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan bangunan, korban luka maupun meninggal.

Di Wonogiri, sejumlah bangunan di sembilan kecamatan rusak akibat diterjang puting beliung, Rabu (23/1). Termasuk kantor kecamatan dan puskesmas pembantu. 

"Wilayah terdampak angin kencang yakni Ngadirojo, Manyaran, Sidoharjo, Kismantoro, Selogiri, Purwantoro, Slogohimo, Paranggupito, dan Wonogiri. Paling parah terjadi di Kecamatan Ngadirojo,"jelas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto kemarin (24/1).

Upaya pemulihan telah dilaksanakan hingga Rabu malam oleh warga dibantu tim reaksi cepat (TRC) BPBD, unsure TNI dan Polri, serta relawan FPRB Kabupaten Wonogiri. 

"Satu orang meninggal dunia. Korban luka tidak ada. Kerugian lainnya kerusakan bangunan rumah, kantor kecamatan, puskesmas, dan tempat ibadah," jelas dia.

Sementara itu, sore kemarin, kawasan Pasar Ir. Soekarno Sukoharjo juga diterjang puting beliung. Tidak ada korban jiwa. Tapi, sejumlah plafon pasar jebol, dan pohon tumbang. ”Beruntung saat angin tidak disertai hujan. Kalau disertai hujan bisa semakin parah,” ujar kepala keamanan Pasar Ir. Soekarno Suryanto. 

Lurah pasar Tri Sukrisno menuturkan, bagian pasar yang rusak yang di lantai dua. Atap kios ambruk menimpa lapak dagangan. ”Pohon samping pasar juga roboh,” katanya.

Kerusakan juga terlihat di sejumlah rumah warga di Kelurahan Gayam. Pohon dan baliho di Jalan Jaksa Agung R. Suprapto ikut tumbang menghalangi jalan. 

Kepala BPBD Kabupaten Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, sesuai dengan prakiraan BMKG, potensi hujan disertai angin kencang masih akan terjadi pada bulan ini. Sebab itu, pihaknya meminta warga waspada potensi bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung. (yan/wa)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia