Kamis, 20 Feb 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Banjir Protes Balon Kades Asing

Kali Ini Giliran Desa Sumber,Kecamatan Trucuk

25 Januari 2019, 18: 06: 31 WIB | editor : Perdana

MENOLAK: Aksi damai warga Desa Sumber, Trucuk, Kamis (24/1).

MENOLAK: Aksi damai warga Desa Sumber, Trucuk, Kamis (24/1). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Aturan pendaftaran bakal calon (Balon) kepala desa (Kades) di Klaten yang boleh diikuti warga luar daerah terus menuai protes. Setelah sebelumnya diprotes warga Desa Cetan, Ceper, kali ini protes datang dari warga Desa Sumber, Kecamatan Trucuk. Aksi protes digelar dengan menggeruduk balai desa setempat, Kamis pagi (24/1).

Selain menyuarakan aspirasi, ratusan warga datang membawa sejumlah spanduk penolakan. Di antaranya bertuliskan “Ora Butuh Lurah Impor Warga Menolak”. Ada juga tulisan ”Desa Sumber Kudu Dipimpin Wong Sumber”.

”Sudah pasti kami keberatan. Kami tidak terima bakal calon dari luar daerah. Karena kami khawatirkan tidak mengetahui selek-beluk kondisi Desa Sumber sendiri,” keluh Subiyanto, 38, warga Desa Sumber yang ikut aksi tersebut kepada Jawa Pos Radar Solo.

Terdapat 14 Balok Kades yang mendaftarkan diri di Desa Sumber. Sebanyak 6 orang berasal dari luar daerah. Seperti dari Kecamatan Pedan dan Prambanan. Warga kian khawatir karena latar belakang profesi dan pendidikan balon kades ”asing” ini jika dilakukan skoring bakal tinggi. Berpotensi menggusur balon kades dari Desa Sumber.

Sebagai catatan, proses skoring diberlakukan jika jumlah pendaftar lebih dari lima orang. Nantinya variabel yang digunakan meliputi pengalaman dalam pemerintahan, usia, dan jenjang pendidikan.

”Kami khawatiran jika “lurah asing” hanya untuk mengecoh bakal calon kepada desa tandingan. Rata-rata bakal calon dari luar daerah justru memiliki nilai tinggi jika dilakukan skoring. Otomatis warga kami akan gugur karena sudah kalah dulu saat skoring,” imbuh Subiyanto.

Ketua Panitia Penyelenggara Pilkades Desa Sumber, Slamet menegaskan, tahapan pelaksanakan pilkades sudah sesuai dengan Perbup No. 41 Tahun 2018. Tentang Tata Cara Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa. Termasuk menerima bakal calon kepala desa dari luar daerah.

”Tahapan pilkades tetap akan dijalankan sesuai jadwal. Setelah dilakukan penjaringan saat ini tahapannya adalah pemeriksaan berkas dari bakal calon. Apabila ada yang kurang, maka kami minta dilengkapi hingga 4 Februari mendatang,” terang Slamet.

Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak segera melengkapi berkas, otomatis gugur. Pihaknya tetap akan menjalankan tahapan sesuai dengan pedoman perbup. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia