Selasa, 18 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Diskominfo Dorong UMKM Melek Digital

25 Januari 2019, 18: 20: 56 WIB | editor : Perdana

MAJU: UMKM di bidang hiasan payet baju pernikahan.

MAJU: UMKM di bidang hiasan payet baju pernikahan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sejauh ini para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) mengalami beberapa kendala untuk berkembang. Hambatannya ada pada pembukuan penjualan atau pendapatan. Serta upaya mendapatkan tambahan modal melalui perbankan.

Nah, menanggapi permasalahan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta melalui Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP), menggandeng penyedia aplikasi online. Menggelar forum group discusion (FGD) Inovasi Keuangan Digital bersama Kendi di Hotel Indah Palace, Kamis (24/1).

Kasi Aplikasi Bidang Informatika, Diskominfo SP Surakarta, Risang Cantika Budi menyampaikan, ajakan penyedia aplikasi online ini untuk memberikan penyuluhan. Serta pengetahuan mengenai keuangan digital bagi pelaku UMKM.

”Dengan sosialisasi dan FGD aplikasi keuangan digital ini, membuat pelaku UMKM lebih melek digital. Mereka bisa memanajemen keuangan dan bisnis usahanya dengan rapi. Sehingga bisa mengetahu secara detail, pergerakan usaha yang sudah dilakukan. Selain itu, dengan keuangan digital ini juga akan membantu mereka dalam mendapatkan pinjaman modal karena memiliki pembukuan yang rapi dan detail,” kata Risang kepada Jawa Pos Radar Solo.

Menurut data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Surakarta, ada 3 ribu UMKM dengan berbagai sektor. Adanya aplikasi keuangan digital tersebut, Kota Solo bakal menjadi pilot project. Sebagai acuan bagi daerah-daerah lainnya.

CEO Aplikasi Kendi (Keuangan Digital), Pietra Sarosa menyampaikan, FGD ini menjadi sarana dan solusi untuk pencapaian dana pelaku UMKM. Dengan aplikasi yang dikenalkan, UMKM dari semua industri dapat mencatat bisnisnya dengan lebih baik. Serta mendapatkan pendanaan untuk tumbuh pesat.

UMKM dimudahkan input data dengan prinsip one-handed. Data yang sudah masuk di-security, sehingga tidak bisa diutak-atik pihak tak bertanggung jawab. Sebagai penghubung, Kendi bisa membantu UMKM mendapatkan pinjaman modal. Karena pemberi pinjaman atau lender dapat melihat data secara jelas. Alhasil kepercayaan antara UMKM dan lender terbangun.

Ade Gunawan, 40, pelaku UMKM yang juga pedagang Pasar Klewer mengaku terbantu dengan aplikasi ini. Sebab banyak pedagang atau pelaku UMKM yang tidak membuat pembukuan untuk setiap transaksi usahanya.

”Dengan adanya pencatatan secara digital, tentu akan mempermudah. Selain itu juga tidak akan takut kehilangan catatan kalau terjadi peristiwa parah. Bisa memantau kondisi usaha di setiap cabang dengan mudah. Karena dapat berhubungan dengan perbankan maupun peminjam modal lainnya,” bebernya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia