Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Pengolahan Sampah Perlu Ada Solusi

25 Januari 2019, 18: 25: 17 WIB | editor : Perdana

PEMANTAUAN: Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjauan salah satu lokasi pengelolaan sampah di Perumahan KCVRI, Desa Jaten.

PEMANTAUAN: Bupati Karanganyar Juliyatmono meninjauan salah satu lokasi pengelolaan sampah di Perumahan KCVRI, Desa Jaten. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Pengolahan sampah, tentu jadi sebuah permasalahan semua pihak. Permasalahan ini juga terus dicarikan solusinya, termasuk di tempat pembuangan sementara (TPS) yang dibangun oleh pemerintah kabupaten maupun pemerintah desa.

Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenrsitekdikti) Republik Indonesia, melakukan penyaluran bantuan berupa alat untuk mengolah sampah yang ada di dua desa di Kecamatan Jaten, Karanganyar. Yang pertama di Komplek Corps Veteran Republik Indonesia (KCVRI) Desa Jeten, dan komplek perumahan yang berada di Desa Ngringo.

”Warga sempat sambat, apakah tidak ada program tehnologi yang tepat guna untuk pengelolaan sampah. Kemenristekdikti akhirnya merespon dengan baik, dan bekerjsama dengan sejumlah kampus yang ada di kota Solo, untuk mengembangkan program pengolahan sampah,” terang Komisi X DPR RI Laila Istiana

Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama sejumlah pihak melihat lokasi penerimaan bantuan. Mereka yang hadir lainnya adalah perwakilan dari UMS, Polteknik Semarang, dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Anggota Komisi X DPR RI Laila Istiana, meremikan salah satu tempat pengolahan sampah Mitra Amanah yang berada di komplek perumahan KCVRI Jaten, Karanganyar, kemarin (24/1).

Bupati berharap bantuan dari Kemenristekdikti tersebut, bisa menjadi solusi permasalahan sampah yang ada di lingkungan perumahan tersebut

Dengan adanya pengelolaan tersebut, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa kendaraan untuk mengangkut sampah dari TPS ke lokasi pengelolaan sampah.

”Terimakasih kepada pemerintah pusat dan anggota DPR RI yang telah menyalurkan bantuan tersebut ke warga yang ada di Jaten ini. Kedepan pemerintah juga akan mendampingi pengelolaan tersebut. Kami akan bantu kebutuhan mereka yang kurang, agar persoalan sampah yang mengancam kita semua bisa segera teratasi,” kata Juliyatmono. 

Disisi lain, pengelola Kelompok Swadaya Masyarakat Mitra Amanah, Suratno, mengaku awalnya lahan yang digunakan untuk pengelolaan tersebut merupakah kebun kosong. Kemudian dengan adanya bantuan tersebut, kebun yang terletak di pingir sungai tersebut digunakan sebagai lokasi produksi untuk menghasilkan biogas dari pengelolaan sampah. Kedepannya juga akan digunakan sebagai taman edukasi bagi masyarakat sekitar.

”Kebetulan lokasinya dekat dengan TPS yang dibangun oleh pemerintah, jadi nanti sampah-sampah yang ada di TPS  bisa kita pilah, kemudian kita angkut dan kita proses disini. Hasil dari biogasnya nanti bisa untuk memasak. Kemudian limbah kotoran-kotorannya, nanti bisa buat pupuk dan pakan ikan,” kata Suratno.  (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia