Minggu, 26 May 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Gedung Sempit, Pelayanan Kesehatan Kurang Optimal

25 Januari 2019, 18: 29: 40 WIB | editor : Perdana

TERBATAS: Puskesmas Wonogiri II yang membutuhkan perluasan bangunan.

TERBATAS: Puskesmas Wonogiri II yang membutuhkan perluasan bangunan. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI – Puskesmas Wonogiri II meminta tambahan lahan untuk perluasan puskesmas. Saat ini, fasilitas kesehatan itu memiliki luas 600 meter persegi dan dianggap terlalu sempit.

Kepala UPT Puskesmas Wonogiri II Antik Istiqomah menyebut, kondisi puskesmas yang sempit menyebabkan pelayanan tidak optimal. Bahkan, untuk memenuhi kriteria lingkungan yang sehat juga sulit. 

"Kami melihat di belakang Puskesmas Wonogiri II ada tanah. Kami mohon supaya diberikan sedikit lahan untuk perluasan Puskesmas Wonogiri II," ujarnya. 

Sisa tanah yang dimaksud Antik yakni sisa lahan pembangunan selter bus. "Sak paring-paringe bapak bupati mawon (seikhlasnya bapak bupati saja)," katanya.

Merespons hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, tahun ini, pihaknya sudah menyampaikan ajuan penambahan lahan untuk puskesmas ke pemkab.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menuturkan, Prinsip pembangunan di Wonogiri yakni membuat standarisasi infrastruktur publik.  "2018 kemarin ada delapan puskesmas yang standar. Kami yakin kalau fasilitas publik ini kami bangun standar, akan ada kesadaran dari masyarakat. Kalau Puskesmas Wonogiri II belum standar, maka akan kita bikin standar," ungkapnya. 

Menurut bupati, sisa lahan selter bus seluas sekitar 3.600 meter persegi bakal dibangun food court. Tapi, hanya sebagian. Yang jelas, lahan itu sudah menjadi milik pemkab, tinggal pemanfaatannya dioptimalkan. 

"Jika food court-nya bagus, tapi puskesmasnya sempit dan tidak standar, kok rasanya saya tidak sependapat. Secara khusus nanti kita bahas bersama," ujar Joko Sutopo. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia