Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Beri Data Kampanye Palsu Bisa Dipidana

25 Januari 2019, 18: 32: 00 WIB | editor : Perdana

Beri Data Kampanye Palsu Bisa Dipidana

WONOGIRI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Wonogiri mengingatkan peserta pemilu bahwa identitas penyumbang dana kampanye harus lengkap. Jika tidak lengkap, peserta pemilu dapat terancam hukuman pidana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wonogiri Ali Mahbub mengatakan, merujuk pasal 497 Undang-Undang (UU) Nomor 7/2017 tentang Pemilu, setiap orang dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam laporan dana kampanye dipidana penjara paling lama dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta.

Serta di pasal 496 disebutkan, peserta pemilu yang dengan sengaja memberikan keterangan tidak benar dalam laporan dana kampanye pemilu sebagaimana dimaksud pasal 334 ayat (1), ayat (2), dan/atau ayat (3) serta pasal 335 ayat (1), ayat (2), dan/atau ayat (3) dipidana paling lama satu tahun penjara dan denda Rp 12 juta.

UU Pemilu, lanjut Ali, mengatur siapa yang berhak dan dilarang memberikan sumbangan kepada peserta pemilu. "Berasal dari badan hukum usaha atau corporate, maksimal Rp 25 miliar sekali nyumbang. Kalau perseorangan maksimal Rp 2,5 miliar. Itu untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden," terang Ali. 

Sedangkan, untuk calon anggota DPD RI, sumbangan perseorangan nominalnya Rp 750 Juta. Untuk badan hukum usaha atau corporate Rp 1, 5 miliar. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia