Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ada Oknum Guru SMPN 1 Slogohimo Disebut Lakukan Tindak Tak Terpuji

27 Januari 2019, 09: 15: 59 WIB | editor : Perdana

TERKENDALI: Anggota Polsek Slogohimo menenangkan murid SMPN 1 Slogohimo yang menggelar protes kemarin (26/1).

TERKENDALI: Anggota Polsek Slogohimo menenangkan murid SMPN 1 Slogohimo yang menggelar protes kemarin (26/1).

WONOGIRI – Murid SMPN 1 Slogohimo melakukan protes kemarin (26/1). Gara-garanya, tersebar informasi ada oknum guru sekolah setempat yang melakukan tindak tidak terpuji terhadap salah seorang siswi.

Mencegah protes mengarah ke tindak anarkistis, Polsek Slogohimo mengirimkan dua anggotanya guna menenangkan para murid. 

Penjabat (Pj) Kepala SMPN 1 Slogohimo Martono menuturkan, protes murid terjadi sekitar pukul 11.30. Namun, Martono belum bisa memastikan apakah oknum guru yang diprotes tersebut terlibat tindakan tak terpuji terhadap siswi.

Dia hanya mengatakan protes murid dipicu ketidakpuasan atas performa oknum guru. Martono berjanji segera melakukan klarifikasi kepada para murid dan guru lainnya untuk mengetahui duduk perkara.

"Detailnya baru Senin (28/1, Red) bisa konfirmasi semuanya. Karena saya utamanya (mengajar, Red) di SMPN 1 Purwantoro. Kejadian tadi (kemarin siang, Red), saya tidak di lokasi," paparnya.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Solo mendapatkan foto satu unit sepeda motor merek Yamaha dalam kondisi ambruk dan kaca spion patah. Diduga, sepeda motor tersebut milik oknum guru yang diprotes.

Tapi, ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Martono belum memberikan keterangan secara detail. Dia hanya mengatakan, oknum guru tersebut berstatus nota tugas. Awalnya dia mengajar di SMPN 1 Puhpelem. 

"Peristiwa ini akan kami selesaikan di (internal, Red) sekolah dulu. Saya akan meminta laporan tertulis dari guru bersangkutan, murid, dan para guru lainnya," katanya.

Ditambahkan Martono, ketika akan ditugaskan di SMPN 1 Slogohimo, oknum guru yang diprotes murid itu sempat mendapat penolakan dari guru lainnya. Sebab, di sekolah setempat sudah ada tiga guru yang mengajar mata pelajaran serupa. 

Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kasubbag Humas Kompol Hariyanto menjelaskan, dua personel Polsek Slogohimo berhasil meredam emosi para murid sehingga aksi protes tidak mengarah ke tindak anarkistis. "Anggota di lapangan meminta murid yang masih bergerombol segera pulang,” ujar dia. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia