Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Underpass Transito Bakal Gusur 15 Bangunan

28 Januari 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Calon lokasi underpass Jalan Trasito.

Calon lokasi underpass Jalan Trasito. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Sejumlah bangunan liar tergusur proyek Underpass Transito. Mengingat akses yang akan dibangun jalan bawah tanah tersebut saat ini tertutup bangunan liar di sepanjang Jalan Transito, Laweyan, Solo.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Surakarta Joko Supriyanto memastikan bahwa persiapan telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Berbagai koordinasi juga telah dilakukan dengan pihak terkait.

“Kami sudah menanyakan pada Satker PJN (pelaksanaan jalan nasional) melalui PPK Jembatan. Tapi masih belum jelas apakah ada akses bagi kendaraan saat Overpass Purwosari dibangun. Makanya Underpass Transito ini akan disegerakan,” kata Joko pada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (27/1).

Awalnya, konsep underpass itu hanya akan dibuat untuk mengakomodasi pejalan kaki, pesepeda, serta kendaraan roda dua. Sama seperti underpass pendamping di Kampung Gobayan RT 01 RW 11, Makamhaji, Kartasura, di mana hanya memiliki lebar yang cukup untuk simpangan kendaraan roda dua dari arah berlawanan. Namun setelah beberapa koordinasi, termasuk dengan PT KAI arah pembangunan sepertinya akan dibuat agar mampu mengakomodasi kendaraan roda empat.

“Biar teknis perizinannya sekali jalan, baik saat membangun akses untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujarnya.

Dengan kondisi akses saat ini hanya selebar 1 meter, dan di sekitarnya terdapat bangunan, maka sangat berpotensi diperlebar dengan membebaskan beberapa lahan di sekitarnya.

“Kan itu berbatasan dengan wilayah Sukoharjo. Paling yang bisa ditata nanti bangunan liar di wilayah Solo, di sekitar Jalan Transito itu. Kami sudah tinjau lokasi, tapi nanti akan kami koordinasikan dulu dengan satpol PP dan dinas perdagangan,” jelas Joko.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, sejumlah bangunan di sekitar akses bakal underpass itu merupakan bangunan yang masuk wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kota Surakarta. Bangunan yang berada di wilayah Sukoharjo merupakan bangunan milik warga yang bersetifikat dan memiliki surat-surat lengkap. Sementara bangunan yang masuk wilayah Solo seluruhmya merupakan bangunan liar yang dibangun di atas lahan kososng di sisi utara Jalan Transito. Tepat sebelum batas patok di sekitar jalur kereta api. Total ada 15 bangunan liar di lokasi tersebut.

“Beberapa waktu lalu petugas dari balai kota sudah ada yang datang. Kami sudah diberitahu katanya akan dibangun underpass. Tapi hanya sebatas itu belum menyinggung soal akan digusur atau tidak,” jelas Narto, 78, pemilik warung makan sederhana yang telah menempati lokasi itu lebih dari 15 tahun.

Warga Kampung Suronalan RT 08 RW 08, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini mengaku saat mendirikan bangunan di lokasi itu dirinya telah mendapat izin dari pemerintah kota. Hanya saja jika dibutuhkan sewaktu-waktu harus siap meninggalkan lokasi. Karena itu dirinya pun siap jika sewaktu-waktu diminta pindah untuk kebutuhan akses jalan itu.

“Memang boleh pakai tempat ini, tapi kalau diminta pindah juga harus siap. Tapi kalau saya lihat kemungkinan tidak akan kena, mungkin bangunan sebelah yang kena,” jelas dia. 

Di sisi lain, Satpol PP Kota Surakarta mengaku belum mendapat informasi terkait kebutuhan Underpass Transito. Meski demikian, pihaknya siap mengawal pembangunan, termasuk untuk penyeterilan kebutuhan lahan untuk akses yang masih tertutup bangunan liar.

“Kami tunggu koordinasinya dulu, setelah itu akan kami cek mana saja bangunan yang masuk Solo dan mana yang Sukoharjo. Yang penting nanti dilihat sesuai kebutuhannya dulu,” tutup Kepala Satpol PP Kota Surakarta, Sutarjo. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia