Senin, 23 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Jangan Sampai Persis Solo Bernasib Seperti Persijatim Solo FC

28 Januari 2019, 14: 34: 52 WIB | editor : Perdana

Jangan Sampai Persis Solo Bernasib Seperti Persijatim Solo FC

SOLO - Rencana pemindahan home base Persis Solo ke Bekasi banyak disayangkan suporter. Pengamat sepakbola Kota Solo, Isnugroho menilai Persis bisa bernasib sama seperti Persijatim Solo FC. 

Menurutnya, kasus kepindahan home base Persis mirip seperti Persijatim Solo FC. Tim ini semula bernama Persijatim Jakarta Timur sejak didirikan 1976. Lalu Persijatim pindah home base ke Kota Solo pada 2002 hingga 2004. Konsekuensinya ada nama tambahan menjadi Pserijatim Solo FC. Setelah itu, klub ini dibeli Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan berubah menjadi Sriwijaya FC.

"Persis Solo itu domisili di Solo, bukan di Bekasi. Itu aturanya siapa.  Jangan sampai seperti kasusnya Persijatim Solo FC. Dari semula Persijatim yang berhome base di Solo kemudian pindah ke Palembang dan pada akhirnya berganti nama menjadi Sriwijaya FC," jelas Isnugroho kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (27/1).

Menurutnya, kepindahan ini tidak hanya merugikan suporter saja, tapi masyarakat Solo pun ikut dirugikan. Karena akan berdampak ke semua aspek, mulai dari aspek ekonomi aspek sosial.

"Jangan hanya karena harus dekat dengan owner lalu pindah ke Bekasi, itu bukan jadi alasan tepat. Cari lah opsi lain home base dekat Solo. Seperti Madiun, Magelang, atau eks Karisidenan Surakarta," imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat dan suporter akan lebih bisa menerima jika Persis berhome base di Solo. "Bagaimana pun Persis itu kebanggaan. Meskipun berlaga di Liga 3 sekali pun, kita sebagai masyarakat Solo akan tetap bangga kalau tetap berada di Solo," tandasnya.

Sesepuh Pasoepati, Suprapto Koting meminta manajemen mempertimbangkan lagi rencana itu. Menurutnya, klub dan suporter saling membutuhkan. Maka dari itu, manajemen harus mengutamakan kepentingan suporter.

"Suporter itu juga pemilik klub. Jadi jangan jauhkan klub dari suporter itu sendiri. Masih ada alternatif lain yang bisa ditempuh," terangnya.

Dia juga meminta manajemen terbuka dengan suporter, terutama terkait alasan kepindahan ke Bekasi. "Harus ada komunikasi intens antara manajemen dengan suporter. Sampaikan alasan pindah. Jangan menimbulkan kecurigaan-kecurigaan maupun pertanyaan dari suporter," tandasnya. (adi)

(rs/adi/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia