Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Walikota: Persis Harus di Solo

28 Januari 2019, 15: 07: 23 WIB | editor : Perdana

Walikota: Persis Harus di Solo

SOLO - Usaha pendukung setia klub Persis Solo menolak homebase di Bekasi mendapat dukungan Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo. Orang nomor satu di Kota Bengawan itu menegaskan bahwa Persis harus berkandang di Solo.

Sikap tegas itu disampaikan walikota menanggapi permintaan Pasoepati dan pendukung Persis Solo yang menggelar aksi di depan Balaikota, Minggu (27/1). Menurutnya tuntutan yang disampaikan suporter cukup logis dan beralasan. Dia pun tak menolak jika harus menyampaikan uneg-uneg tersebut kepada manajemen dan Owner PT. Persis Solo Saestu Sigit Haryo Wibisono. 

“Sayang kalau Persis Solo mainnya diluar. Itu bukan Persis lagi, no. Ya mau seprofesional apapun, nama Persis jangan dibawa kemana-mana. Persis ya Solo. Boleh saja nanti saya sampaikan ke Sigit,” kata Rudy saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/1)

Hingga saat ini, lanjut Rudy, pihaknya belum pernah mendapatkan informasi langsung dari bos Persis Solo tentang rencana kepindahan markas ke Bekasi. Dia baru mengetahui informasi tersebut setelah Presiden Pasoepati Aulia Haryo Suryo menemui Senin pagi. Walikota mengaku kurang mengikuti perkembangan Persis Solo sejak klub yang berjuluk Laskar Sambernyawa itu  dipegang pengusaha asal Ibukota. 

Sebagai solusi, pria yang juga pernah memimpin Persis Solo itu menyarankan agar tim liga 2 tersebut menggunakan Stadion Sriwedari. Dia menjamin pihak keamanan memberi izin penggunaan stadion yang berkapasitas kurang lebih 10.000 orang tersebut. 

“Kalau dulu tidak diberi izin keamanan karena menjelang pemilu. Kabarnya kan liga 2 dimulai Mei, berarti setelah pemilu, pasti bisa lah. Tinggal kita batasi jumlah penontonnya,” papar dia. 

Penggunaan Sriwedari sudah melalui perhitungan yang matang. Hanya saja Rudy meminta kepada suporter agar lebih dewasa. Mengingat kapasitas stadion yang terbatas, suporter harus berbagi tempat. Tidak seluruhnya masuk stadion. Panitia pelaksana diminta untuk menyediakan layar raksasa untuk pendukung di luar stadion. 

“Suporter harus janji kepada saya untuk tidak rusuh, tidak merusak, berlaku tertib di dalam maupun diluar stadion. Kalau itu dipegang, kita berjuang bersama,” tegasnya. 

Penggunaan Stadion Sriwedari bersifat sementara. Walikota memperkirakan penggunaan stadion Sriwedari hanya selama tiga bulan. Setelah itu Persis Solo dapat menggunakan Stadion Manahan. Jika berjalan sesuai jadwal, stadion Manahan bakal diserahkan kepada pemkot pada September.

“Oktober paling selesai, September sudah diserahkan ke pemkot kok. Saya minta pada Sigit untuk membatalkan rencana pindah ke Bekasi. Nama Persis-nya juga harus dihargai lah,” tegasnya. 

Bagaimana jika manajemen nekatbedol desa ke Bekasi? Rudy siap membuat perhitungan sendiri dengan PT Persis Solo Saestu. 

“Nggak bisa seenaknya sendiri dong, dulu perjanjiannya bagaimana? Harus ditaati. Bagaimanapun juga 26 klub anggota Persis juga memiliki suara. Mereka bisa menuntut,” tandasnya. (irw)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia