Senin, 23 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

3 Bulan Bayi Terlantar di RSUD Wonogiri, Perawatan Habis Rp 100 Juta

28 Januari 2019, 16: 58: 36 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Bayi malang yang ditelantarkan orang tuanya di RSUD Wonogiri.

Bayi malang yang ditelantarkan orang tuanya di RSUD Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

WONOGIRI - Seorang bayi diduga hasil hubungan gelap ditelantarkan orang tuanya di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri sejak awal Oktober 2018. Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Setyarini melalui Kepala Bidang Pelayanan Medis Gatot Tri Wibowo mengatakan bahwa berawal dari Sabtu (6/10/2018) pukul 04.15 WIB pihaknya menerima pasien bayi dengan kondisi berat badan lahir amat sangat rendah (BBLASR). Hanya 750 gram dengan riwayat apeksi berat (tidak segera menangis). Riwayat lahir pukul 02.45 di Rumah Bersalin Nur An Nisa Pokoh, Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri.

Nah selama tiga bulan di RSUD, biaya perawatan bayi tersebut sudah habis lebih dari Rp 100 juta. Sementara orang tua jabang bayi tak diketahui rimbanya.

"Ketika masuk bayi diantar oleh petugas RB dan seorang warga bernama Fitri, warga Karangtalun, Pokoh Kidul Wonogiri yang mengaku sebagai yang bertanggungjawab terhadap bayi tersebut. Sedangkan ibu bayi tersebut Jumiati usianya sekitar 30 tahun warga Wonosari RT 02 RW 02 Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo," kata Gatot kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (28/1). 

Awal mulanya bayi dirawat dengan biaya Jampersal (jaminan persalinan). Dikarenakan bayi memerlukan perawatan lebih dari 28 hari (syarat maksimal perawatan jampersal). Maka Fitri yang semula akan bertanggungjawab merasa keberatan untuk menanggung biaya. Sehingga mengembalikan tanggung jawab kepada orang tua bayi, Jumiati.

"Pada 21 Desember 2018 bayi dinyatakan sehat (berat 2.630 gram) dan boleh dibawa pulang oleh dokter penanggungjawab pasien. Namun, orang tua bayi tidak bisa dihubungi, nomor telepon orang tua bayi yang bersangkutan tidak dapat dihubungi dan tidak diketahui keberadaanya," terang Gatot.

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia