Minggu, 17 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Hukuman Iwan Adranacus Ditentukan Hari Ini

Pengacara Harapkan Restorasi Justice

29 Januari 2019, 12: 24: 37 WIB | editor : Perdana

Hukuman Iwan Adranacus Ditentukan Hari Ini

SOLO – Setelah menggelar sidang marathon, hari ini, Selasa (29/1), majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta akan membacakan vonis terdakwa Iwan Adranacus dalam kasus tabrak maut.

Joko Hariyadi, pengacara bos pabrik cat di wilayah Karanganyar itu berharap, putusan hakim meringankan terdakwa. Sebab, sudah ada perjanjian damai antara terdakwa dan keluarga almarhum Eko Prasetyo.

Menurut Joko, selama persidangan, tidak ada satu pun saksi yang mengetahui secara pasti kondisi korban saat kejadian tabrakan. “Semua saksi menyatakan kalau korban tertabrak. Tidak ada saksi yang bisa mengutarakan kalau ada niatan dari klien kami untuk melakukan pembunuhan. Jadi pasal yang disangkakan (pembunuhan, Red) tidak benar,” tegas Joko.

Ditambahkannya, mengutip keterangan pakar hukum pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Eddy O.S. Hiariej, terdakwa Iwan bisa bebas bersyarat jika hakim menggunakan asas restorasi justice atau keadilan restorasi.

Sebab telah ada perdamaian antara terdakwa dengan keluarga korban. Terdakwa juga telah meminta maaf dan memberikan santunan untuk keluarga korban. Menurut Joko, tidak ada pihak yang dirugikan dalam kasus itu.

“Artinya putusan (hakim, Red) berorientasi pada pemulihan (keluarga, Red) korban, bukan pada pembalasan untuk menghukum terdakwa seberat-beratnya. Penerapan restorasi justice merupakan salah satu terobosan hukum modern. Vonisnya harus memberikan rasa keadilan bagi para pihak tanpa hanya fokus pada sisi pidana penjara kepada terdakwa,” paparnya.

Lebih lanjut diterangkan Joko, keluarga korban telah mengikhlaskan kematian Eko Prasetio dan telah ada perdamaian antara keluarga Eko dengan Iwan Adranacus. Di antarnaya, istri korban, Dahlia Antari Wulaningrum, telah menerima uang duka serta santuan biaya pendidikan, kesehatan, dan biaya hidup lainnya senilai Rp 1,1 miliiar.

“Pihak istri juga sudah membuat surat perdamaian di atas materai dan ditangani sendiri. Saya harap hakim bisa menegakkan keadilan. Untuk sikap kami, masih meninggu hasil besok (hari ini, Red),” pungkas Joko. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia