Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Caleg Perindo Gugat PT. RUM Sukoharjo

31 Januari 2019, 07: 28: 32 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Caleg DPR RI dari Partai Perindo Henry Indraguna saat bersama warga Plesan, Nguter, Rabu (30/1).

Caleg DPR RI dari Partai Perindo Henry Indraguna saat bersama warga Plesan, Nguter, Rabu (30/1). (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO - Caleg DPR RI dari Partai Perindo Henry Indraguna menyatakan bakal menggugat PT. RUM yang terletak di Kecamatan Nguter, Sukoharjo. Hal ini terkait dampak bau pada warga sekitar.

Henry dalam kunjungannya ke Desa Plesan, Kecamatan Nguter mengatakan, pihaknya sudah mendengar keluh kesah warga terkait bau tersebut. Dia menyatakan, ingin turun langsung melihat dan merasakan udara di lokasi tersebut.

”Setelah saya mendengar masalah masyarakat. Saya mendatangi warga disini saya ingin mendengar langsung keluhan tersebut,” tuturnya.

Dia mengatakan, setelah mempelajari fakta dan bukti pihaknya akan segera mendaftarkan gugatan ke pengadilan. Pihaknya menuturkan, apapun persoalannya nanti bakal dipertemukan di pengadilan. Dia mengaku mencari keadilan untuk masyarakat Desa Plesan, Kecamatan Nguter.

”Saya gugat imaterial Rp 1 Triliun dan kalau dikabulkan akan digunakan untuk kesejahteraan masyarakat Sukoharjo khususnya mereka yang terdampak uang itu,” papar dia.

Dia mengatakan, tidak takut jika perjuangan yang dia lakukan untuk masyarakat. Dalam pengadilan nanti pihaknya ingin mencari keadilan. Langkah yang akan dia lakukan dalam waktu dekat ini adalah melakukan persiapan. Setelah itu mendaftarkan ke pengadilan. Bahkan, pihaknya menyiapkan sembilan pengacara untuk gugatannya tersebut.

Dia yakin dalam dua hari kedepan gugatannya tersebut sudah siap. Bahkan, Henry menyatakan pihaknya akan turun sendiri untuk menangani gugatan ini. Pihaknya bakal melakukan pengawalan untuk masyarakat.

Sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro mengatakan, pihaknya belum mendengar langsung soal rencana gugatan tersebut. Namun, bila itu benar hal tersebut merupakan hak dari caleg tersebut. Pihaknya mengaku menghormati tindakan tersebut.

”Kami selalu menghormati masyarakat karena mereka sebagai mitra kritis. Input dari mereka selalu kami jadikan pertimbangan,” papar dia.

Bahkan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pembenahan walaupun dalam kondisi terkena sanksi dari Pemkab Sukoharjo untuk berhenti produksi selama 18 bulan. Pihaknya mengatakan, saat ini emisi gas dari PT. RUM sudah jauh turun dibandingkan standard pemerintah. Standard pemerintah yakni Emisi gas H2S yang keluar adalah 30 kg/ton. Namun, PT. RUM berhasil menekan sampai kurang dari 1 Kg/ton.

”Kita menghormati jika mau menggugat karena itu hak dari siapaun,” papar dia. (yan)

(rs/yan/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia