Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Rusunawa Dipasang AC, Penghuni Diminta Hengkang

31 Januari 2019, 14: 27: 56 WIB | editor : Perdana

DISOROT: Masih ada kamar di Rusunawa Mojosongo tidak dihuni, padahal sudah disediakan fasilitas.

DISOROT: Masih ada kamar di Rusunawa Mojosongo tidak dihuni, padahal sudah disediakan fasilitas. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Kebijakan Pemkot Surakarta membangun rumah susun sederhana sewa (rusunawa) ternyata disalahgunakan beberapa oknum warga. Mereka memperoleh hak rusunawa, namun tidak ditempati dan hanya dimanfaatkan sebagai investasi. Bahkan ada penghuni yang memasang air conditioner (AC)

Hal itu diketahui Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo saat meninjau rusunawa Mojosongo, Rabu (30/1). Bersama Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP)  Heru Sunardi dan Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Sewa Toto Jayanto, wali kota dapat melihat secara kasat mata unit kamar yang tidak ditempati dari halaman depan.

“Itu kan ketok (terlihat). Sudah kami kasih lemari, tempat tidur, tapi tidak ditempati. Padahal mereka sudah dapat kunci,” katanya sembari menunjuk beberapa unit kamar sesaat setelah keluar dari mobilnya.

Tak hanya wali kota, siapapun yang melihat dapat mengambil kesimpulan bahwa kamar tersebut kosong. Rusunawa lima lantai itu memiliki jendela dengan kaca bening. Unit yang sudah ditempati biasanya menutup jendela tersebut dengan tirai. Kalaupun tirai dibuka, akan tampak barang-barang rumah tangga di dalamnya. Sebaliknya, unit yang kosong hanya ada almari dan tempat tidur.

“Kalau memang membutuhkan rusun, segera ditempati. Jangan sampai rusun ini mencerminkan kepentingan pribadi. Saya minta dinasnya segera bertindak. Kalau bidang yang mengurusi rusunawa nggak becus, ganti saja, dipindah secepatnya. Ngurus seperti ini kok nggak rampung-rampung,” tegas Rudy dengan nada meninggi.

Sebelumnya wali kota juga dikagetkan dengan keberadaan pengatur suhu udara (AC) di Rusunawa Semanggi. Dia tak menyangka program pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disalahgunakan oleh warga.

“Saya minta yang dikasih kunci itu dipanggil. Diberi waktu, kalau tidak segera ditempati, kuncinya diminta biar ganti penghuni. Yang pasang AC, ambil kuncinya suruh meninggalkan rusun. Karena AC dan sebagainya itu tidak mencerminkan MBR,” tegasnya.

Keresahan wali kota itu langsung direspons Kepala Disperum KPP Heru Sunardi. Dia bakal memanggil enam warga yang telah mendapatkan kunci Rusunawa Mojosongo namun belum ditempati. Setelah itu mereka diberi waktu lima hari untuk segera tinggal di unit yang tersedia.

“Kami undang Senin. Lima hari setelah diundang, jika belum juga ditempati, kunci kita tarik,” katanya.

Rusunawa Mojosongo berada di kawasan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Putri Cempo. Rusunawa dibangun di dekat lahan hak pakai (HP) 20 yang sebelumnya juga didirikan rusunawa. Kali ini pemkot membangun rusunawa dengan konsep apartemen sebanyak 74 unit.

Setiap unit berukuran 36 meter persegi dengan fasilitas ruang tamu, dua kamar tidur, satu dapur, satu kamar mandi dan tempat menjemur pakaian. Pembangunan menggunakan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp 19 miliar. (irw/bun)   

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia