Kamis, 20 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Pasang Panel Surya di Semua Kantor Camat

31 Januari 2019, 14: 33: 54 WIB | editor : Perdana

TEROBOSAN: Pemasangan panel surya untuk kurangi ketergantungan pada listrik PLN.

TEROBOSAN: Pemasangan panel surya untuk kurangi ketergantungan pada listrik PLN. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemkot Surakarta tahun ini akan memasang panel surya di seluruh kantor kecamatan. Hal itu dilakukan sebagai usaha untuk memanfaatkan energi terbarukan. Otomatis ini akan mengirit penggunaan listrik PLN. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, pemasangan panel surya akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun pemkot belum memasang anggaran untuk program tersebut. Untuk itu dia akan mengajukan permohonan mendahului anggaran APBD Perubahan 2019.

“Karena ini sangat penting dan mendesak. Kita ingin menghargai karya anak bangsa. Ini kan karya anak-anak UNS (Universitas Sebelas Maret). Kita akan pasang di lima kantor kecamatan dan satu sekolah. Entah SD atau SMP nanti kita lihat dulu,” katanya di balai kota, Rabu (30/1).

Wali kota memperkirakan pengadaan panel surya di seluruh kecamatan tidak menguras anggaran yang cukup besar.  “Paling satunya sekitar Rp 199 juta atau berapa,” imbuhnya.

Pemkot berharap pemasangan panel surya dapat mengurangi ketergantungan terhadap listrik dari perusahaan listrik negara (PLN). Terlebih saat ini ada regulasi yang mendukung penggunaan panel surya di rumah tangga maupun instansi. Inisiator penggunaan panel surya Sutanto menyebut listrik yang dihasilkan dari panel surya dapat disimpan di PLN setelah diproses dalam inverter. Listrik tersebut dapat digunakan sewaktu-waktu tanpa dipungut biaya.

“Ada keputusan Direksi PLN Nomor 0733 yang mengatur hal tersebut. Dengan begitu kita dapat mengurangi pembelian listrik dari PLN,” ujarnya.

Sutanto menambahkan, penggunaan panel surya bukan tanpa alasan. Energi yang berasal dari panas matahari di Indonesia terbilang berlebih. Berbeda dengan negara dengan empat musim, Indonesia menjumpai matahari setiap hari. “Dan matahari itu gratis,” imbuhnya.  

Dengan memasang satu panel surya, setiap kantor kecamatan dapat menghasilkan 1,2 Kwh. Semakin banyak panel yang dipasang semakin banyak pula energi listrik yang dihasilkan. Sutanto ingin pemkot menghitung kebutuhan listrik di setiap kantor kecamatan. Data tersebut digunakan sebagai salah satu pertimbangan jumlah panel yang akan dipasang.

“Selain untuk mengurangi biaya operasional, panel surya juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat,” paparnya.

Akademisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNS itu memperkirakan kebutuhan anggaran untuk membuat panel surya sebesar Rp 2 juta setiap panel. Ditambah dengan inverter seharga Rp 8 jutaan. “Sekarang lihat saja di youtube, harga, jenis dan pemanfaatan panel surya itu. Harganya semakin turun saya kira,” ujarnya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia