Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kapolresta No Comment, Pengacara Tunggu JPU Terkait Vonis Iwan

31 Januari 2019, 14: 56: 30 WIB | editor : Perdana

Kapolresta No Comment, Pengacara Tunggu JPU Terkait Vonis Iwan

SOLO – Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo enggan menanggapi vonis satu tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta terhadap terdakwa kasus tabrak maut, Iwan Adranacus. Apapun putusannya hal tersebut pasti sudah menjadi pertimbangan majelis hakim.

Kapolresta hanya menyatakan dalam penanganan kasus tersebut polisi telah bersikap profesional. Pernyataan tersebut disampaikan Kapolresta saat dimintai tanggapan wartawan di sela kegiatan focus group discussion (FGD) bertema Menjaga Kerukunan dan Toleransi untuk Terpeliharanya Kota Solo yang Aman, Damai dan Sejuk di The Sunan Hotel Solo, Rabu (30/1).

“Ya no comment to, no comment. Masa saya mengomentari itu (vonis). Yang jelas polisi sudah melaksanakan tugas pemberkasan secara profesional dalam menangani kasus tersebut,” ujar dia

Sementara saat memberikan sambutan pada acara tersebut, Kapolresta sempat sedikit menyinggung terkait kasus Iwan pada saat masih ditangani pihak berwajib. Sempat ada upaya dari pihak-pihak tertentu untuk menggoreng kasus tersebut. Termasuk dengan berusaha menekan kepolisian terkait  penanganan kasus tersebut. Mereka gencar menyuarakan kepentingan mereka di media sosial untuk membentuk opini publik. 

“Banyak tekanan kepada saya, bertubi-tubi. Alhamdulillah saya tak mundur. Semakin ditekan, saya semakin kencang,” kata dia.

Polisi melakukan semua proses penyelidikan hingga proses olah TKP dan rekonstruksi secara profesional dan transparan. Tidak ada yang ditutupi dari publik. Setelah berproses, akhirnya penyidik berhasil menyelesaikan pemberkasan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta, di mana dalam dakwaan tersebut Iwan dijerat dengan 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses selanjutnya digelarnya persidangan hingga pembacaan putusan kepada terdakwa pada Selasa (29/1). 

“Ketika ada pihak-pihak yang datang ke kantor menekan saya agar menangani kasus seperti keinginan mereka, maka jawaban saya jelas bahwa mereka salah datang kepada saya. Seharusnya mereka ke Propam dan Irwasum,” urai dia.

Kapolresta menyatakan sangat siap bila penyidikan kasus kala itu diaudit oleh Propam maupun Irwasum. “Tekanan bukan dari pimpinan Polri, tapi dari kelompok-kelompok yang ingin memanfaatkan kasus agar situasi tidak kondusif,” imbuh dia.

Dikonfirmasi terpisah, Kuasa Hukum Iwan Adranacus, Joko Haryadi menuturkan agar pihak-pihak yang tidak mengikuti proses persidangan, tidak berkomentar banyak terhadap kasus tersebut. “Kalau benar tahu, kenapa kemarin tidak memberikan kesaksian? Saat ini sudah divonis, jadi sudah ada putusan terhadap kasus ini,” ujarnya.

Joko menuturkan, ayah kandung korban Eko Prasetyo, Suharto juga sudah menerima putusan tersebut, tanpa ada intervensi dari manapun. “Jadi siapa lagi yang mempermasalahkan. Wong keluarga sudah menerima, kecuali dari pihak keluarga menolak (putusan) baru pas,” paparnya.

Disinggung soal kesiapan dari pihak terdakwa apabila nanti ada banding dari JPU, Joko mengaku siap. Sebab, mekanisme banding merupakan hak dari JPU dan sudah diatur dalam KUHAP. “Yang jelas kita menunggu bagaimana nanti penyikapan dari JPU kedepan,” pungkas Joko. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia