Senin, 18 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Nasional

Aksi Kompak Ratna Sarumpaet, Atiqah, dan Pengacara Menuju ke Kejaksaan

31 Januari 2019, 20: 55: 36 WIB | editor : Perdana

Aksi Kompak Ratna Sarumpaet, Atiqah, dan Pengacara Menuju ke Kejaksaan

TERSANGKA kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet resmi digelandang ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan Kamis (31/1) siang. Tak lama lagi dia akan menjalani masa persidangan.

Ratna digiring menggunakan mobil tahanan Polda Metro Jaya. Proses pelimpahan tersangka dan berkas perkara tahap kedua itu dikawal ketat aparat keamanan Polda Metro Jaya.

Ratna tampak terus didampingi putrinya yang juga aktris peran Tanah Air, Atiqah Hasiholan. Ratna tak berkata sepatah kata pun saat memasuki mobil tahanan. Begitu juga Atiqah yang enggan menyampaikan proses pemindahan ibunya ke tahanan Kejari Jakarta Selatan.

”Nanti lagi ya. Nanti,” ucap Atiqah di mobil tahanan di Polda Metro Jaya.

Selain Atiqah, Ratna juga didampingi pengacaranya Insank Nasruddin. Setali tiga uang, sang pengacara pun enggan berkomentar menyangkut kelanjutan proses hukum yang akan dijalani.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Argo Yuwono mengatakan, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sudah melayangkan surat kepada penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Isi surat itu menyatakan bahwa berkas perkara Ratna Sarumpaet sudah dinyatakan P21 alias lengkap.

"Kami melimpahkan tahap kedua tersangka dan barang bukti berkas perkara Ratna Sarumpaet ke kejaksaan," ujarnya.

Diketahui, pada 5 Oktober 2018, Ratna Sarumpaet resmi ditahan di Polda Metro Jaya. Polisi resmi menahan atas kasus hoax penganiayaan. Ratna mengarang cerita bahwa dirinya dianiaya di kawasn bandara di Bandung pada akhir September 2018.

Penahanan Ratna dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektivitas penyidik Direktorat Resor Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Penyidikan Ratna Sarumpaet pun berlanjut. Sejumlah nama tokoh yang diduga terlibat menyebarkan foto wajah lebam Ratna Sarumpaet pun dipanggil menjadi saksi oleh peniyik.

Di antaranya ada Amien Rais, Said Iqbal, Nanik S. Deyang, Dahnil Anzar Simanjuntak, Atiqah Hasiholan, dan Rocky Gerung. Tersangka sudah dijerat dengan Pasal 28 ayat (3) jo Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (jpc/ria)

(rs/jpc/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia