Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Harga Cabai Merosot  

02 Februari 2019, 18: 55: 52 WIB | editor : Perdana

BANJIR KELUHAN: Salah stau petani cabai di wilayah Tasikmadu saat memanen tanamannya.

BANJIR KELUHAN: Salah stau petani cabai di wilayah Tasikmadu saat memanen tanamannya. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Sejumlah petani cabai di Kabupaten Karanganyar akhir-akhir ini merasa resah. Ini lantaran harga cabai yang mereka tanam di lahan persawahannya mengalami kemerosotan harga jual. Seminggu sebelumnya, harga cabai dari petani yang dijual ke sejumlah tengkulak mencapai Rp 11.000 sampai dengan 12.000, namun kini harganya anjlok menjadi  5.000 sampai dengan Rp 6.000 perkilonya. 

Dengan adanya hal tersebut sejumlah petani mengaku merugi. Bahkan beberapa petani sempat nekat melaporkan merosotnya harga jual cabai tersebut ke sejumlah anggota DPRD yang berada di wilayah mereka masing-masing.

Salah satu petani cabai asal Dagen, Jaten, Andy mengaku harga jual memang anjlok hampir setengah harga.

”Kami tidak tahu apa alasanya atau penyebabnya, kenapa harganya bisa anjlok sampai setengah harga,” ucap Andy.

Petani lainnya yakni Yusuf asal Buran, Tasikmadu mengaku justru belum mengetahui penyebab turunnya harga jual cabai saat ini. Dirinya mengaku kondisi ini bisa saja terjadi lantaran kondisi hujan.

”Kemarin sempat panen, tapi belum dibayar karena langsung saya serahkan ke tengkulak. Harganya seminggu yang lalu itu Rp 11.000 perkilonya, itupun mepet. Kalau dihitung-hitung rugi, karena biaya untuk pemupukan dan perawatannya juga mahal sekarang,” ucap Yusuf.

Sementara itu, salah satu anggota Komisi B DPRD Karanganyar Anung Marwoko mengungkapkan secepatnya akan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah petani, termasuk ke sejumlah tengkulak atau pedagang cabai. 

”Kalau kemarin saya Tanya kenapa, mereka (petani, Red) juga tidak ada yang tahu kenapanya. Kami hanya berharap kepada pemerintah bisa mengkonter harga yang telah disepekati sebelumnya. Nanti kita akan melakukan pengecekan kalau bisa kita akan sidak ke sejumlah pengepul atau tengkulak pembeli cabai,” jelas Anung. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia