Sabtu, 25 May 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Inflasi Awal Tahun Tinggi Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara

02 Februari 2019, 20: 20: 40 WIB | editor : Perdana

Inflasi Awal Tahun Tinggi Dipicu Kenaikan Tarif Angkutan Udara

SOLO – Badan Pusat Stastistik (BPS) Surakarta mencatat angka inflasi di Kota Solo sepanjang Januari ini terbilang tinggi. Berada di angka 0.39 persen. Sementara pada Desember 2018, angka inflasi menyentuh 0.57 persen.

Kepala BPS Kota Surakarta, R. Bagus Rahmat Susanto mengatakan, inflasi dipicu kenaikan tarif angkutan udara. Karena penyesuaian tarif bagasi pesawat. Pemicu lainnya, yakni kenaikan harga sejumlah komoditas. Seperti bawang putih yang menyumbang inflasi 0,0725 persen. Sementara bawang merah naik harga 8,68 persen dan berkontribusi 0,0286 persen terhadap inflasi.

Di sektor pengeluaran, inflasi dipicu properti perumahan. Dengan nilai indeks 126,74. Di mana sektor ini mengalami inflasi 0,86 persen. Kemudian sektor bahan makanan mengalami inflasi sebesar 0,63 persen. Memberi andil 0,12 persen dengan indeks 142,74.

”Secara umum dari 363 komoditas yang disurvei, 137 di antaranya mengalami perubahan harga dan 84 di antaranya naik harga. Salah satunya angkutan udara yang mengalami kenaikan tarif sebesar 10,04 persen. Atau menyumbang inflasi 0,1034 persen,” kata Bagus kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (1/2). 

Meski begitu, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Diantaranya bahan bakar minyak (BBM), tarif kereta api, dan telur ayam ras. BBM jenis Pertamax turun harga sebesar 1,49 persen dan memberikan sumbangan terhadap deflasi 0,0566 persen. Serta tarif kereta api turun 15,27 persen dan memberikan sumbangan terhadap deflasi 0,0212 persen. ”Sedangkan telur ayam ras turun harga 0,81 persen. Memberikan kontribusi pada deflasi 0,0065 persen,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia