Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ngeri, Kuntilanak Dirazia Satpol PP

03 Februari 2019, 14: 05: 59 WIB | editor : Perdana

DITEGUR: Anggota satpol PP beri imbauan pemakai kostum menyeramkan di kawasan Pasar Gede.  

DITEGUR: Anggota satpol PP beri imbauan pemakai kostum menyeramkan di kawasan Pasar Gede.  

Share this      

SOLO – Menanggapi keluhan pengunjung gelaran Solo Imlek Festival 2019, Satpol PP Kota Surakarta memutuskan melarang pemakaian kostum menyeramkan dan membawa hewan peliharaan. 

Pada perayaan Imlek dua tahun terakhir, sejumlah warga menawarkan jasa objek swafoto dengan beragam kostum di kawasan Pasar Gede. Di antaranya bertema menyeramkan

"Kalau kostum unik tidak masalah. Yang tidak boleh itu kalau kostum horor, menakutkan, menjijikan, dan membuat orang lain kurang nyaman," tegas Kepala Bidang Ketertiban Umun dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Surakarta Agus Sis kemarin (2/2).

Hasil pemantauan satpol PP, ada empat orang yang mengenakan kostum horor. Mereka sudah mendapatkan pembinaan dan diminta tidak lagi melakukan aktivitas serupa. “Kami minta kesanggupan mereka agar mulai malam ini (tadi malam, Red), kostum seram berhenti digunakan,” ujarnya.

Larangan lainnya yakni membawa hewan peliharaan. Kebijakan tersebut diterapkan setelah ada komunitas pecinta reptil yang membawa ular. Meski dipastikan jinak, pihaknya tak mau ambil risiko untuk kenyamanan masyarakat. 

"Kalau bisa para pecinta satwa bisa lebih mengerti. Karena di antara belasan orang yang tidak keberatan, pasti ada juga masyarakat yang takut dan tidak nyaman," terang Kepala Satpol PP Kota Surakarta Sutarjo. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia