Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Jokowi: Dipikir Saya Penakut? 

04 Februari 2019, 13: 05: 56 WIB | editor : Perdana

DEKLRASI: Capres Joko Widodo menemui pendukungnya di De Tjolomadoe, Minggu kemarin (3/2). 

DEKLRASI: Capres Joko Widodo menemui pendukungnya di De Tjolomadoe, Minggu kemarin (3/2).  (ARYADI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR – Calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tidak tahan juga menghadapi serangan bertubi terhadap dirinya. Di hadapan para pendukungnya, mantan wali kota Solo ini pun menangkis yang menyerang dirinya.

 “Sudah saatnya saya menjawab, jangan sampai mentang-mentang saya sabar, terus dihina, dimaki-maki, direndahkan seperti itu, dipikir saya penakut? Saya sampaikan, tidak ada rasa takut sekecil apapun yang hinggap dihati saya untuk kepentingan bangsa ini, kepentingan rakyat dan negara,” tegas Jokowi di hadapan ribuan peserta deklarasi Sedulur Kayu dan Mebel (Sekabel) Jokowi di De Tjolomadoe Minggu siang (3/2).

Salah satu serangan yang kerap ditujukan kepada dirinya adalah soal antek Asing. Namun selama ini Jokowi mengaku memilih diam. Dia membuktikan bahwa dia bukan sosok seperti yang dituduhkan. Salah satu buktinya, Blok Mahakam yang sudah 50 tahun dikelola oleh Prancis dan Jepang, pada 2015 sudah dikelola oleh Pertamina secara penuh, disusul Blok Rokan pada akhir 2018.

“Freeport yang dikelola 40 tahun oleh Freeport McMoran, disitu adalah tambang tembaga dan emas terbesar di dunia, untungnya belum habis, ternyata masih bergunung-gunung. Empat tahun kita bernegosiasi, dipikir mudah. Kalau gampang sudah dari dulu diambil alih oleh pemerintah. Ini pekerjaan yang amat sulit karena tekanan-tekanan berkaitan dengan politik. Ditekan dari segala arah,” urai Jokowi.

Beruntung Desember 2018 pengelolaan Freeport sebesar 51,2 persen diambil oleh pemerintah. Jokowi kemudian mempertanyakan siapa sebenarnya yang merupakan antek asing. Dia menilai dalam kontestasi politik yang terjadi saat ini justru menggunakan sistem memecah belah.

”Ini seperti propaganda seperti yang dilakukan Rusia dengan menyemburkan kebohongan, dusta dan hoax. Hal inilah yang membuat masyarakat menjadi ragu. Sehingga kita mudah untuk dipecah belah,” bebernya.

Jokowi juga berbicara soal serangan dirinya terkait dengan PKI, termasuk anti ulama dan Islam. Padahal bapak tiga anak ini mengatakan  hampir setiap pekan dia keluar masuk pondok pesantren dengan ulama. “Yang tanda perpres hari santri itu siapa? Dan sekarang wakil saya siapa, mental lagi,” ujarnya.

Untuk itu, Jokowi ingin mengajak bangsa ini optimistis guna mencapai Indonesia Emas pada 2045. Tetapi dengan syarat yang tidak ringan. Pondasi-pondasi harus diperkokoh guna menuju arah tersebut.  Beberapa pondasi yang telah dibuat oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur seperti tol Trans Jawa dan Trans Papua, bandara dan pelabuhan. 

Jokowi juga mengurai keberhasilan memberlakukan harga bahan bakar minyak (BBM) satu harga, sehingga harga di Jawa dan Papua sama. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia