Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Antisipasi Antrean Panjang, Disdik Evaluasi Proses BPMKS

04 Februari 2019, 16: 10: 18 WIB | editor : Perdana

MEMBELUDAK: Antrean panjang saat pencairan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo di salah satu toko mitra di Kota Solo.

MEMBELUDAK: Antrean panjang saat pencairan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo di salah satu toko mitra di Kota Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLo)

Share this      

SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surakarta memastikan pencairan Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Solo (BPMKS) tahun ini, tidak akan terjadi penumpukan antrean panjang. Sekretaris Disdik Kota Surakarta, Unggul Sudarmo mengatakan waktu pencarian BPMKS tahun ini lebih panjang dibanding tahun lalu yang hanya dua minggu saja.

"Saat ini SK sudah masuk di wali kota, mudah-mudahan Februari sudah kelar. Karena ini prosesnya ada dibirokrasi. Kita harus taat aturan, saat ini prosedur sedang berjalan," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo saat ditemui di ruang kerjanya.

Unggul menambahkan bagi siswa yang belum sempat membelanjakan BPMKS tahun lalu, tidak perlu khawatir. Sebab uang tersebut tidak akan hilang. Justru akan dirapel dengan anggaran tahun ini.

"Kalau misalnya SD kan dapat Rp 450 ribu, kalau tahun lalu belum dibelanjakan. Maka nanti tahun ini, akan dapat Rp 900 ribu. Yang penting haknya mereka tidak hilang," tegasnya.

Pelaksanaan pencairan BPMKS 2019, lanjut Unggul, sudah tidak akan ada kendala. Selain sistem yang lebih mapan, jumlah toko mitra dan jenis barang yang disediakan juga akan dilakukan penambahan. Sudah ada beberapa toko yang mendaftar ke Disdik untuk menjadi toko mitra BPMKS.

"Nanti akan kami tambah toko mitra, jumlahnya kami sesuaikan dengan kondisi. Sebenarnya 15 toko yang ada sekarang sudah cukup, kalau jangka waktu belanjanya lebih lama. Misalnya April sudah clear, sampai Desember kan waktunya panjang," sambungnya.

Unggul mengaku antrean yang berjubel saat pencairan BPMKS tahun lalu disebabkan waktu belanja yang diberikan hanya singkat, yakni dua minggu untuk 20 ribu siswa penerima BPMKS.

”November akhir kemarin baru bisa clear cetak kartu dan uang masuk ke rekening siswa. Untuk tahun ini, saya yakin sudah tidak ada masalah. Sistemnya sudah siap betul dan waktunya panjang,” imbuhnya.

Unggul menyebut perwali tentang BPMKS baru dikonsep pada Desember 2017. Kemudian pihaknya segera berkomunikasi dengan bank penyelenggara, yakni Bank Jateng. Dilanjutkan dengan pembuatan aplikasi sekaligus uji coba aplikasi yang memakan waktu cukup lama. Usai aplikasi lulus uji coba, Unggul mencari dan menyeleksi toko mitra.

”Baru Oktober tahun lalu, secara keseluruhan sistem siap dipakai. Itu masih membuat rekening siswa penerima. Sampai akhirnya pengusulan untuk pencairan ke DPPKAD lolos semua persyaratannya. Sehingga Desember baru bisa dicairkan,” pungkasnya. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia