Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Perayaan Malam Imlek, Kebersamaan dalam Keberagaman

05 Februari 2019, 04: 40: 31 WIB | editor : Perdana

Perayaan Malam Imlek, Kebersamaan dalam Keberagaman

SOLO - Malam perayaan tahun baru Imlek 2019 di Kota Solo berlangsung meriah, namun khidmat. Masyarakat dari ragam etnis berbaur menjadi satu menikmati pergantian dari Tahun Anjing Tanah ke Babi Tanah.

Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di simpang empat Bank Indonesia, sudah ditutup sejak pukul 18.00. Warga mulai menyemut di koridor yang biasa disebut Jensud itu. Seperti kebiasaan beberapa hari terakhir, warga melakukan swa foto di bawah taburan lampion unik di depan Pasar Gede. Panggung utama telah siap untuk menggelar berbagai hiburan untuk masyarakat. Suasana gerimis tak mengurangi antusiasme warga untuk menikmati masuknya tahun babi tanah.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, kemeriahan tahun baru Imlek tidak hanya dirasakan oleh umat Konghucu dan warga Tionghoa saja. Melainkan dapat menjadi sarana kebersamaan untuk seluruh masyarakat lintas etnis. Dia menganalogikan Solo sebagai miniatur dari Indonesia.

“Sebagaimana kebahagiaan Idul Fitri yang dirasakan oleh seluruh masyarakat, Natal dan hari raya lainnya, tahun baru Imlek ini juga menjadi kebahagiaan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Tentu dari berbagai perspektif masing-masing. Anak-anak muda berbahagia dapat selfi di tengah lampion, PKL (pedagang kaki lima) dapat mengais rupiah di sana, semua merasakan,” katanya, Senin malam (4/2).

Rudy mengklaim Solo tetaplah kota yang nyaman ditinggali bagi seluruh masyarakat dari latar belakang suku, agama, kelompok dan golongan. Hal ini tak lepas dari kesadaran masyarakat untuk menjaga kerukunan di Kota Bengawan. Mereka meninggalkan egosentris kepentingan pribadi maupun kelompok demi keutuhan negara.

Sementara itu Kepala Pusat Studi Pancasila dan Kebangsaan UNS Hermanu Joebagio mengatakan, budaya Tionghoa di Solo dan Indonesia adalah bagian integral kekayaan budaya Nusantara. “Tidak ada yang layak dikhawatirkan oleh siapapun dari ekspresi menyambut tahun baru Imlek,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia