Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Rekaman Album 23, Slank Terpukau Lokananta

07 Februari 2019, 13: 31: 33 WIB | editor : Perdana

Rekaman Album 23, Slank Terpukau Lokananta

SOLO- Grup musik Slank segra meluncurkan album ke 23 tahun ini. Uniknya, seluruh lagu di album tersebut direkam di Lokananta. 

Vokalis Slank, Kaka menyebut kedatangannya di Kota Solo sudah direncanakan sejak akhir tahun 2018. Saat itu grup band yang digawangi Kaka, Bimbim, Ridho, Abdee, dan Ivanka sedang mencari lokasi rekaman album terbaru. Dengan meminta pertimbangan beberapa pihak akhirnya Lokananta dipilih anak-anak gang potlot sebagai lokasi rekaman. 

“Ini kita ngumpulin materi dari tahun lalu bulan puasa, kepotong tour. Akhir tahun lalu milih tempat rekaman. Januari awal latihan terus. Ini lima hari kita rekaman disini (lokananta),” jelas Kaka seusai bertemu Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo di ruang kerjanya, Kamis (7/2). 

Di album 23 ini, lanjut pria yang bernama lengkap Akhadi Wira Satriaji, Slank akan membawakan 10 lagu. Seluruh lagu memiliki lirik yang mengerucut pada satu tema, yakni cerita tentang kebesaran Tuhan. Tema yang sama juga dinampakkan dalam album Slank sebelumnya. 

“Kenapa pilih Lokananta? Karena lokananta bersejarah, standar studionya Internasional. Walaupun ruangannya old shool tapi asik. Ngrekam lima hari. Ini jadi rekaman tercepat dalam sejarah Slank. Karena suasana mendukung, baik studio maupun historicalnya,” imbuh dia. 

Kekaguman pada Lokananta juga disampaikan Bimbim. Drummer kelahiran Jakarta itu mengaku punya ide banyak yang akan disampaikan kepada pengelola Lokananta. Pemanfaatan Lokananta sebagai museum musik menjadi salah satu idenya. Selain itu disana juga dapat menggali sejarah musik Indonesia. 

“Sekarang pada pengin nyetak album vinyl. Selama ini banyak yang kita omongin ke pengelolanya,” kata dia. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mendukung apa yang dilakukan anak-anak Slank. Dia mengaku pernah menggagas Lokananta sebagai museum keroncong. Namun karena beberapa hal niat tersebut urung dilaksanakan. 

“Lokananta banyak manfaatnya, sangat bisa untuk destinasi wisata. Unsur pendidikan dan sejarahnya sangat kental,” katanya. (irw)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia