Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Peran Vital FPRB untuk Zero Korban Bencana

07 Februari 2019, 18: 31: 11 WIB | editor : Perdana

STATUS MENINGKAT: Penampakan puncak Gunung Merapi, baru-baru ini. Di Boyolali, sudah dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk meminimalkan jatuhnya korban.

STATUS MENINGKAT: Penampakan puncak Gunung Merapi, baru-baru ini. Di Boyolali, sudah dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana untuk meminimalkan jatuhnya korban. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Penanganan bencana di wilayah Boyolali bakal lebih ringan dan mudah. Selain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kini sudah dibentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Boyolali. Koordinator Presidium FPRB Boyolali, Ribut Budi Santoso mengungkapkan, forum ini memiliki peran vital untuk mengatasi masalah kebencanaan.

Sebagai catatan, FPRB harus melakukan tindakan sebelum terjadinya bencana di wilayah Boyolali. Barulah saat terjadi bencana, tugas dialihkan ke tim reaksi cepat (TRC). FPRB memiliki stakeholder lengkap. Terbagi di beberapa klaster. Harus melakukan upaya penanganan atau perencanaan terhadap bencana. 

Termasuk penanganan erupsi Gunung Merapi. Bisa juga menyasar klaster kesehatan yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Boyolali. Harus mempersiapkan sejak dini urusan kesehatan terhadap warga yang terdampak musibah.

”Di Boyolali ada satu klaster yang unik. Yakni klaster peternakan yang mengurusi masalah ternak korban terdampak bencana. Untuk itu seluruh klaster mulai sekarang harus sudah dipersiapkan,” kata Ribut kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (6/2).

FPRB juga akan melakukan pemetaan wilayah rawan bencana di Kota Susu. Di mana selama ini, peta utuh potensi bencana belum ada. Padahal ini sangat penting untuk mengurangi risiko bencana.

”Kejadian-kejadian bencan yang selama ini sudah terjadi di Boyolali akan kami kaji. Kemudian kami susun menjadi peta lengkap. Tak hanya erupsi Merapi saja, namun juga bencana-bencana lain,” tutur Ribut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo berharap keaktifan FPRB mempercepat penanganan bencana di Boyolali. Selain itu, kehadiran FPRB ini juga mampu meminimalkan korban bencana alam. ”Dengan FPRB ini diharapkan bisa mewujudkan zero korban,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia