Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Pendidikan

KKN Pendidikan Butuh Terobosan

08 Februari 2019, 12: 55: 39 WIB | editor : Perdana

KKN Pendidikan Butuh Terobosan

SUKOHARJO – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membuat terobosan baru dalam program Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN-Dik). Terbagi menjadi dua jenis, yakni KKN-Dik Reguler dan KKN Terintegrasi Skripsi.

”Terobosan penting dalam KKN-Dik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) adalah adanya program terintegrasi dengan tugas akhir atau skripsi. Tak hanya menjalani KKN, tapi juga bisa sekaligus melalukan riset penelitian di lokasi KKN," beber Dekan FKIP UMS, Harun Joko Prayitno kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin di kampus setempat.

Harun menambahkan khusus bagi mahasiswa yang mengambil program tersebut, maka akan mengabdi KKN di Belitung Timur. Mahasiswa diberangkatkan di lokasi tersebut selain untuk menjalani program KKN juga sekaligus melakukan penelitian untuk skripsi yang disusunnya. Sementara bagi mahasiswa peserta KKN-Dik Reguler bisa mengabdi di wilayah eks-Karesidenan Surakarta.

Program KKN-Dik ini, lanjut Harun, diperuntukkan bagi mahasiswa semester tujuh FKIP UMS. Mereka akan ditempatkan di desa-desa yang telah ditentukan oleh fakultas untuk mengabdi khususnya di bidang pendidikan.

"Bahwa KKN-Dik ini merupakan bentuk pengabdian civitas akademika UMS kepada masyarakat. Bagi perguruan tinggi memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma Pendidikan, di mana salah satu butirnya yaitu pengabdian kepada masyarakat. Ini diwujudkan secara nyata oleh mahasiswa FKIP UMS dengan melaksanakan KKN-Dik ini. Mahasiswa akan berbaur, belajar dengan warga masyarakat. Ini pembelajaran yang sangat penting karena langsung mempraktekkan ilmu-ilmu yang mereka peroleh di kampus,” jelas Rektor UMS, Sofyan Anif.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI, DYP Sugiharto mengatakan pemerintah  mengapresiasi konsistensi UMS dalam penyelenggaraan KKN-Dik ini. Ia menegaskan bahwa pembelajaran sesungguhnya tidak hanya ada di dalam kelas kuliah, melainkan ada juga kelas sosial masyarakat yang perlu dipelajari.

”Pembelajaran tidak hanya terbatas oleh setting kelas kuliah, tetapi masyarakat juga menjadi kelas sosial yang mengandung banyak pelajaran,” ungkapnya.

Sementara itu sebanyak 1.332 mahasiswa turut andil dalam program KKN-Dik 2019 tersebut. Mereka menjalani program mulai 21 Januari sampai 2 Maret mendatang. Baik bagi peserta program KKN-Dik Reguler maupun KKN Terintegrasi Skripsi. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia