Senin, 18 Feb 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Apa Kabar Transportasi Terintegrasi?

10 Februari 2019, 11: 00: 59 WIB | editor : Perdana

TERUS BERTAMBAH: Armada feeder yang digunakan untuk menunjang operasional BST.

TERUS BERTAMBAH: Armada feeder yang digunakan untuk menunjang operasional BST. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Wacana mengintegrasikan layanan transportasi publik di Eks Karesidenan Surakarta dalam konsep aglomerasi sudah berhembus sejak pertengahan 2018. Namun, hingga kini tak kunjung terwujud. 

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufiq Muhammad menjelaskan, wacana itu masih dalam pembahasan di tingkat Pemprov Jateng. "Maret mendatang baru akan ada rapat lagi soal ini," jelasnya kemarin (9/2).

Menurut Taufiq, sistem transportasi terintegrasi berdampak pada penyesuaian sarana yang telah ada. Di antaranya armada Batik Solo Trans (BST). Saat ini, ada koridor BST yang sudah melayani penumpang hingga Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. 

Ketika aglomerasi diterapkan, imbuhnya, armada yang digunakan yakni dari pusat. “Lha nanti dibuat seperti apa (armada, Red) yang ada saat ini," katanya.

Belum lagi armada feeder yang digadang-gadang menggantikan angkutan kota (angkot) dan sebagai angkutan pengumpan. Pada Maret 2017, sebanyak 40 armada feeder dikenalkan kepada warga Kota Bengawan sebagai bentuk peremajaan angkot.

Pada 2018, jumlah feeder bertambah 30 unit. Dan tahun ini, rencananya ditambah 20 unit lagi yang didanai dari APBD. “Mei masuk kontrak pembuatan armada. Sebelum akhir tahun bisa dioperasionalkan," ucapnya. 

Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno menerangkan, sejumlah kabupaten di Eks Karesidenan Surakarta sudah mengawali aglomerasi transportasi. Hanya saja belum maksimal karena armada tidak bisa mencapai jantung kota masing-masing. 

"Aglomerasi ini harus dijalankan agar pergerakan orang dari daerah ke kota tidak bermasalah. Konsepnya untuk menciptakan transportasi publik lintas wilayah. Jadi kita tunggu saja," tuturnya. (ves/wa

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia