Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
Wali Kota: Aset Negara Dijaga Bersama

Stop Rusunawa Jadi Kawasan Kumuh Baru

10 Februari 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SULIT DITATA: Bekas MMT yang digunakan untuk menutup lubang ventilasi di Rusunawa Semanggi. Kondisi tersebut menciptakan kesan kumuh.

SULIT DITATA: Bekas MMT yang digunakan untuk menutup lubang ventilasi di Rusunawa Semanggi. Kondisi tersebut menciptakan kesan kumuh. (ARYADANI ARMI SYAH PUTRA/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sedikit naik pitam melihat kondisi rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Bengawan. Alih-alih mengurangi lingkungan kumuh, rusunawa malah menjadi hunian kumuh baru.

Hal itu disampaikan Rudy setelah Jumat lalu (8/2) meresmikan rumah instan sederhana sehat (Risha) di belakang rusunawa Semanggi. Saat memberikan sambutan, wali kota langsung menunjukkan contoh pemanfaatan rumah susun yang tidak baik. Tangan kanannya langsung menunjuk salah satu sudut rusunawa Semanggi yang dipenuhi spanduk dan kain bekas untuk menutupi lubang ventilasi. Pemandangan itu tampak di seluruh kamar.

“Kalau dibuatkan bagus-bagus terus tidak dirawat dan pating cementel gitu bagaimana? Kenapa saya marah, karena ini statusnya aset negara. Kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik begini mohon diperhatikan. Nanti jadi kumuh lagi, itu buat sirkulasi malah ditutup,” tegasnya, Sabtu (9/2).

Rudy menambahkan, peringatan yang diberikan harus segera ditindaklanjuti oleh pengelola rumah susun. Selain itu, kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan. Dia meminta tokoh masyarakat di setiap rusunawa melakukan komunikasi agar kondisi rusunawa tetap bersih dan sehat.

“Satu lagi, ada banyak genangan di beberapa sudut rusun. Saya lihat sendiri. Itu tolong warga bekerja bakti membersihkan. Kalau nggak bisa bilang, biar nanti kita datangkan alat berat,” ungkapnya.

Genangan itu dikhawatirkan menjadi tempat berkembang biak nyamuk yang menyebabkan demam berdarah dengue (DBD). Jika ada satu rusunawa positif terkena DBD, kemungkinan menjadi wabah lebih besar. Karena lingkungan yang padat dan tidak sehat.

“Nanti kalau itu terjadi, yang disalahkan pertama wali kotanya. Lha warganya dikandani ngeyel,” ucap Rudy.

Pemkot sendiri kini tengah mengajukan proposal kepada pemerintah pusat untuk memberikan anggaran pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami). Hal itu sebagai alternatif solusi dari persoalan perumahan warga kurang mampu.

“Kalau rusunawa memang aturannya lima tahun harus ganti orang. Tapi, kenyataannya kan sulit. Memang harus kita paksa untuk nabung. Dengan rusunami ini nanti mereka dapat menabung setiap bulan, nanti rumah dan tanah menjadi hak milik,” jelasnya.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Solo Heru Sunardi mengatakan, saat ini pemkot sedang fokus melakukan penataan kawasan RW 23 Semanggi. Selain bangunan rumah, pemkot juga menata kawasan berupa drainase, jalan dan sanitasi. “Setelah itu kita juga akan menata yang HP (Hak Pakai) 16 Semanggi,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia