Rabu, 24 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Pengembangan Sekolah Perlu Dukungan Masyarakat

10 Februari 2019, 15: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SOSIALISASI: Acara pelatihan terkait praktik yang baik peran serta masyarakat di Hotel Megaland Solo, kemarin.

SOSIALISASI: Acara pelatihan terkait praktik yang baik peran serta masyarakat di Hotel Megaland Solo, kemarin. (SEPTINA FADYA PUTRI)

SOLO – Salah satu faktor penting dalam pengembangan pendidikan adalah adanya dukungan masyarakat. Sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, semua sekolah telah memiliki komite sekolah, yang merupakan wakil masyarakat dalam membantu sekolah.

Masyarakat dari berbagai lapisan sosial ekonomi telah mengetahui betapa pentingnya dukungan mereka untuk keberhasilan pembelajaran di sekolah. Namun dalam implementasinya banyak yang kurang memahami bentuk riil, terkait apa yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan potensi sekolah.

Sebetulnya banyak sekali dukungan masyarakat pada sekolah, namun sampai sekarang dukungan tersebut belum merata dan lebih banyak pada bidang fisik dan materi. Seperti membantu pembangunan gedung, merehabilitasi sekolah, memperbaiki pagar, dan sebagainya. 

“Padahal masyarakat juga dapat membantu pembelajaran. Seperti menjadi guru bantu atau guru tamudi bidang  kesenian, keterampilan hingga agama,” beber Koordinator PINTAR Tanoto Foundation Jawa Tengah, Nurkolis kepada Jawa Pos Radar Solo dalam acara pelatihan praktik yang baik peran serta masyarakat di Hotel Megaland Solo, kemarin.

Semua lapisan masyarakat, lanjut Nurkolis, baik kaya atau miskin berpotensi membantu sekolah untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak mereka. Namun hal ini bergantung pada cara sekolah mendorong peran serta masyarakat (PSM) agar mau membantu.

”Semua pihak bisa dilibatkan untuk membangun dan mengembangkan sekolah dengan partisipasi dalam bentuk sumbangan pemikiran dan keahlian. Contoh sumbangan pemikiran, ketika sekolah sedang menyusun rencana kerja sekolah (RKS), hingga rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS). Masyarakat bisa memberikan masukan, ide-ide atau pemikirannya untuk kemajuan sekolah,” sambungnya.

Nurkolis mencontohkan, Komite bersama guru menggelar 'kelas inspirasi' yakni orangtua siswa dengan beragam profesi datang ke sekolah, bercerita tentang pengalaman belajar dan pekerjaannya sehingga menghadirkan inspirasi, motivasi, sekaligus kebanggaan anak terhadap orang tuanya.

”Kunci untuk mengaktifkan PSM adalah manajemen sekolah yang transparan, akuntabel, dan partisipatif. PSM juga akan terwujud bila sekolah melakukan pendekatan dan terbuka kepada masyarakat baik yang terkait program maupun keuangan,” imbuhnya.

Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Nur Achmad mengungkapkan bahwa peran serta masyarakat perlu di dorong secara bersama-sama agar bisa bersinergi dengan sekolah. Mereka memiliki waktu untuk menyesuaikan dengan kurikulum sekolah misal full day school agar dampak pendidikan di sekolah dapat lebih terasa. Baik itu pendidikan karakter maupun pendidikan akademis.

 Sementara itu, pelatihan penguatan peran strategis PSM diikuti oleh 38 orang peserta berasal dari sembilan sekolah mitra PINTAR Tanoto Foundation dan Universitas Sebelas Maret (UNS) dari unsur kepala sekolah, guru senior, komite sekolah, pengawas dan fasilitator kota dari kecamatan mitra di Kota Solo. (aya/nik)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia