Sabtu, 20 Apr 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tersangka, Ketum PA 212 Diperiksa di Polda

12 Februari 2019, 14: 04: 46 WIB | editor : Perdana

Tersangka, Ketum PA 212 Diperiksa di Polda

SOLO – Setelah resmi ditetapkan sebagai tersangka, Ketua Umum Persaudaraan  Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif akan menjalani pemeriksaan hari ini. Atas pertimbangan keamanan, dia akan diperiksa di Mapolda Jawa Tengah.

Surat pemanggilan terhadap Slamet Ma’arif bernomor : S.Pgt/48/II/2019/Reskrim dilayangkan kepada terduga tersangka Sabtu (9/2). Di mana dia diminta hadir guna pemeriksaan lanjutan yang statusnya sudah menjadi tersangka pada hari ini (12/2).

Pria yang masuk tim sukses salah satu capres ini dijerat dengan pasal berlapis. Antara lain pasal 280 ayat 1 huruf a sampai j tentang kampanye di luar jadwal yang ditetapkan KPU, kemudian  Pasal 276 Ayat 2, Pasal 521, dan Pasal 492 Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dia terancam dipenjara dua tahun dan denda paling banyak Rp 24 juta

 “Gelar perkara sudah kami lakukan dan statusnya sudah naik menjadi tersangka. Panggilan sudah dikirimkan, Rabu (hari ini) dipanggil untuk pemeriksaan, penyidik sudah menangani secara profesional,” ujar Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo kemarin.

Sementara itu, Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menuturkan, penyidik menaikkan status Slamet Ma’arif sendiri setelah penyidik gelar perkara Jumat (8/2), atau sehari setelah dia diperiksa. “Terkait apa yang memberatkan, penyidik yang lebih paham,” ungkap Andy.

Andy juga membenarkan kalau pemeriksaan terhadap Slamet akan dilaksanakan di Polda Jawa Tengah. “Tempatnya saja yang dialihkan ke polda. Jadi dalam hal ini cuma pinjam tempat. Penyidik tetap dari kami (Polresta Surakarta). Alasan pemindahan sendiri dari pertimbangan keamanan dan stabilitas Kota Solo,” papar Andy.

Disinggung soal apakah nanti proses persidangan akan dilakukan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta atau Semarang, Andy menuturkan masih menunggu proses penyidikan rampung. “Nanti penyidik akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan PN terkait lokasi sidang. Kita masih memiliki waktu penyidikan sepekan,” ujar Andy.

Ketua Kuasa Hukum Slamet Ma’arif, Achmad Michdan mengaku terkejut dengan penetapan kliennya sebagai tersangka. Sebab, banyak kasus serupa yang tidak berlanjut. ”Bahkan beberapa ada yang selesai di tingkat Bawaslu,” ujarnya saat dihubungi kemarin.

Michdan mencontohkan kampanye terselubung yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dari penelitian dan pemeriksaan terkait gesture yang dilakukan keduanya mengacungkan satu jari saat pertemuan dengan IMF-World Bank pada Oktober lalu di Nusa Dua, Bali.

Contoh lain yang diberikan Achmad yakni langkah polisi yang mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) pada dugaan tindak pidana pemilu pada iklan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). partai tersebut dilaporkan karena mencuri start kampanye dengan memasang iklan di media cetak pada Juni lalu.

”Perbandingan penanganan perkara dugaan pelanggaran kampanye seperti ini yang membuat kami merasa tidak mendapat keadilan. Sebab semua laporan terhadap kelompok pendukung petahana berhenti begitu saja,” ujarnya.

Namun Achmad menjanjikan kliennya tetap beritikad baik dengan mengikuti proses hukum yang berlaku terkait pemanggilan Slamet Ma’arif sebagai tersangka kasus pelanggaran kampanye di luar jadwal. ”Saya sudah konfirmasi bahwa kami akan hadir besok Rabu (hari ini),” tegasnya

Seperti yang diketahui, kasus ini bermula karena adanya laporan dari tim kampanye salah satu capres terkait ada kecurigaan adanya dugaan pelanggaran pemilu pada saat tersangka menyampaikan orasi ketika menjadi pembicara di acara Tabligh Akbar PA 212 di kawasan Gladak, pertengahan Januari lalu.

Kasus ini lantas dilaporkan oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Surakarta. Setelah melakukan penyelidikan selama dua pekan, Gakkumdu akhirnya menyimpulkan kalau Slamet Ma’arif terbukti melakukan pelanggaran kampanye. Kasus ini lantas diteruskan ke Polresta Surakarta awal bulan ini untuk diperiksa lebih lanjut. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia