Sabtu, 20 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Penyaluran KUR Mandiri di Kabupaten Klaten Tertinggi

12 Februari 2019, 16: 16: 41 WIB | editor : Perdana

SEKTOR USAHA MIKRO: UMKM Kerajinan payung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

SEKTOR USAHA MIKRO: UMKM Kerajinan payung di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Perbankan mulai membuka keran yang cukup besar untuk penyaluran kredit usaha rakyat (KUR). Khususnya segmen mikro dan retail. Nah, serapan dana KUR tertinggi tercatat di Kabupaten Klaten. Seperti diungkapkan Vice President Bank Mandiri Tbk Area Surakarta, Ony Suryono Widodo.

Ony menyebut pihaknya optimistis penyaluran KUR tahun ini lebih tinggi dari sebelumnya. Menurut data yang dipaparkan, realisasi pada 2018, KUR di Kota Solo dan sekitarnya sebesar Rp 695 miliar dan target 2019 sebesar Rp 787 miliar.

”Target tahun ini dinaikkan karena evaluasi di 2018, penyaluran kami melebihi target atau mencapai 122 persen untuk KUR. Dengan capaian tersebut kami optimistis mencapai target yang lebih tinggi tahun ini,” kata Ony kepada Jawa Pos Radar Solo di ruang kerjanya, Senin (11/2).

Wilayah Kabupaten Klaten menyerap dana KUR lebih tinggi. Sebesar Rp 172 miliar atau 25 persen dibandingkan kabupaten lain di Eks Karesidenan Surakarta. Tingginya capaian tersebut salah satunya karena faktor geografis yang lebih luas.

Selain itu keberadaan kantor cabang dengan unit usaha mikro di Klaten cukup banyak. Mengenai realisasi penyaluran KUR tahun lalu, untuk sektor mikro dengan plafon maksimal Rp 25 juta tersalur sebesar Rp77 miliar. Untuk sektor kecil atau ritel dengan plafon Rp 25-200 juta tersalurkan Rp 618 miliar.

Sektor usaha, paling tinggi kobtribusinya perdagangan dan eceran. Kecuali kredit mobil dan sepeda motor sebesar Rp 461 miliar atau setara 66 persen. Terkait realisasi KUR 2019, Ony menjabarkan, sampai Januari 2019 sudah tersalurkan Rp 77 miliar. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia