Selasa, 17 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali
Sidang Laka Maut Pertigaan Wika Boyolali

Lalai hingga Hilangkan 7 Nyawa, Sopir Bus Dibui 4 Tahun

12 Februari 2019, 19: 10: 18 WIB | editor : Perdana

Lalai hingga Hilangkan 7 Nyawa, Sopir Bus Dibui 4 Tahun

BOYOLALI – Sidang kasus kecelakaan maut yang menewaskan tujuh orang di pertigaan Wika, Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo pada Sabtu (13/10) tahun lalu mencapai babak akhir. 

Sopir bus pariwisata Arif Hartoyo, 46, yang menabrak mobil Isuzu Panther hingga membuat tujuh orang penumpangnya kehilangan nyawa, divonis 4 tahun penjara. Vonis tersebut diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Boyolali pada sidang yang digelar Senin (11/2) sore.

Menurut majelis hakim yang terdiri dari Agung Wicaksono, Imelda, dan Wungu Putro Bayu Kumoro, terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah atas kasus kecelakaan tersebut. Sebagaimana yang diatur dalam pasal 310 ayat 4 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan pasal 2 UU tersebut.

 ”Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa selama 4 tahun penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” kata Ketua Majelis Hakim Agung.

Sebagai informasi, kecelakaan lalu lintas di pertigaan Wika, Kampung Pomah, Kelurahan/Kecamatan Mojosongo terjadi pada Sabtu (13/10) tahun lalu. Kecelakaan bermula ketika bus pariwisata yang disopiri Arif Hartanto melaju dari arah barat ke timur (Semarang-Solo) dengan kecepatan tinggi.

Setiba di lokasi kejadian, pengemudi mencoba menghindari kendaraan di depannya yang hendak belok kiri. Pengemudi lepas kendali, diduga gara-gara rem blong, bus oleng ke kanan melewati median jalan dan bertabrakan dengan mobil Isuzu Panther yang melaju dari timur ke barat (Solo-Semarang). Akibatnya, tujuh dari sembilan orang dalam mobil meninggal. (wid/ria)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia